Lifestyle

BRIN Siap Luncurkan Satelit NEO 1 pada Januari 2027, TKDN Capai 65 Persen

0
Satelit NEO 1 BRIN
Satelit NEO 1 BRIN (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan peluncuran satelit Nusantara Earth Observation (NEO 1) pada Januari 2027. Satelit observasi bumi tersebut dikembangkan oleh para peneliti Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 65 persen.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kehadiran NEO 1 menjadi tonggak penting dalam penguasaan teknologi satelit nasional sekaligus membuktikan kemampuan Indonesia mengembangkan inovasi di bidang antariksa secara mandiri.
“Peluncuran NEO 1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit,” kata Arif Satria dalam peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Jakarta, Rabu.
Arif menjelaskan seluruh pengembangan NEO 1 dikerjakan dengan mengandalkan inovasi anak bangsa, mulai dari perancangan misi, desain sistem, pengujian perangkat lunak, operasi satelit, hingga dukungan stasiun bumi. Satelit ini masuk kategori minisat dengan kemampuan pencitraan bumi beresolusi tinggi dan menengah.
“NEO 1 ini mengandung TKDN kurang lebih sekitar 65 persen dan sekali lagi itu satu kebanggaan dari kita semua sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
NEO 1 akan dimanfaatkan sebagai satelit observasi bumi nasional untuk mendukung penyediaan data citra bagi berbagai sektor. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk pemetaan wilayah, pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, hingga pemantauan aktivitas kapal melalui sistem Automatic Identification System (AIS).
Selain memenuhi kebutuhan pemerintah, satelit tersebut juga akan mendukung riset, industri, dan layanan publik yang memerlukan data pencitraan bumi berbasis satelit. Setelah peluncuran NEO 1, BRIN berencana melanjutkan pengembangan berbagai jenis satelit lainnya, termasuk satelit telekomunikasi nasional.
“Penguasaan teknologi satelit telekomunikasi merupakan investasi strategis yang memperkuat kedaulatan digital, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyedia teknologi dan layanan dari luar negeri,” kata Arif Satria.
Sumber : Antara
Bayu

Kementerian Kebudayaan Buka Sayembara Produksi Film Kepahlawanan Indonesia 2026

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle