Lifestyle

DPRD dan Pemkab Sleman Soroti Peran Keluarga dalam Mencegah Kenakalan Remaja

0
peran keluarga
Wanto DPRD Sleman bicara soal peran keluarga (dprdsleman)
STARJOGJA.COM, Sleman – Peran keluarga dinilai menjadi faktor utama dalam membentuk karakter dan kesehatan mental anak di tengah meningkatnya berbagai persoalan remaja di Kabupaten Sleman. Dalam program Bincang Parlemen bertema Membangun Generasi Sleman yang Sehat Mental, Berkarakter dan Berdaya Saing  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Novita Krisnayini, mengungkapkan bahwa remaja di Sleman masih menghadapi berbagai persoalan yang cukup kompleks.
Menurutnya, sejumlah masalah yang menjadi perhatian antara lain kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pernikahan dini, hingga kehamilan yang tidak diinginkan.
“Naiknya juga kehamilan yang tidak diinginkan. Itu saya pikir menjadi permasalahan-permasalahan di Kabupaten Sleman terkait dengan remaja,” ujar Novita.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman Wanto menilai menurunnya pendidikan adab menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja saat ini. Ia menyoroti pentingnya penanaman karakter sejak usia sekolah dasar hingga menengah.
“Setinggi-tingginya ilmu yang diajarkan kepada anak-anak kita, tetapi kalau tidak ada pendidikan adab tidak berguna. Sebaliknya, jika pendidikan adabnya baik, insyaallah akan berguna,” kata Wanto.
Menurut Wanto, pendidikan karakter tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga. Ia menilai banyak orang tua yang saat ini menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada sekolah, padahal anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Ia juga menyoroti penggunaan gawai pada anak usia dini yang dinilai berpotensi memengaruhi perkembangan karakter anak. Wanto mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan telepon genggam sebagai cara instan untuk menenangkan anak.
“Anak nangis lalu diberi HP agar diam, itu justru bisa menjerumuskan ke hal yang tidak baik,” ujarnya.
Novita menambahkan, penyebab kenakalan remaja tidak hanya berasal dari faktor individu, tetapi juga dipengaruhi lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja.
Untuk memperkuat ketahanan keluarga, pihaknya terus mendorong penerapan delapan fungsi keluarga, mulai dari fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkungan.
Menurut Novita, keluarga harus hadir tidak hanya sebagai penyedia kebutuhan materi, tetapi juga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan, etika, dan tanggung jawab.
Melalui penguatan peran keluarga dan pendidikan karakter, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, berkarakter, serta mampu bersaing di masa depan.
Bayu

Iran Tangkap 17 Orang yang Diduga Jadi Mata-mata AS dan Israel

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle