Lifestyle

Belanja Lingkungan Daerah Terbukti Tekan Polusi Udara, Dosen UGM Terlibat Riset Internasional

0
kualitas udara terburuk polusi udara
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
STARJOGJA.COM, Info – Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Data Avicenna, S.E., M.Ec.Pol., berkontribusi dalam publikasi buku internasional Accelerating Climate Action in Asia and the Pacific: Fiscal Policy Solutions yang diterbitkan Asian Development Bank Institute (ADBI) bekerja sama dengan SOAS University of London.
Dalam publikasi tersebut, Data Avicenna bersama Ega Kurnia Yazid, Kelvin Ramadhan Hidayat, dan Muhammad Faiz Zaidan Alharkan menulis Bab 10 berjudul Assessing Local Environmental Spending and Air Pollution Reduction in Indonesia: A Satellite Data Approach.
Penelitian tersebut mengkaji efektivitas belanja lingkungan pemerintah daerah dalam menekan tingkat pencemaran udara di Indonesia. Kajian memanfaatkan data satelit untuk mengukur kualitas udara sekaligus menjadi salah satu studi awal yang secara sistematis menganalisis hubungan antara pengeluaran lingkungan daerah dan tingkat polusi pada level kabupaten dan kota.
Penelitian menggunakan data longitudinal dari 474 kabupaten dan kota selama periode 2012 hingga 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan belanja lingkungan memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan polusi nitrogen dioksida (NO₂).
“Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara peningkatan belanja lingkungan daerah dan perlambatan pertumbuhan polusi NO₂ yang umumnya berkaitan dengan aktivitas pembakaran bahan bakar, termasuk dari sektor transportasi,” ujar Data Avicenna.
Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan signifikan antara belanja lingkungan dan penurunan polusi sulfur dioksida (SO₂). Menurut Data, hasil tersebut menunjukkan bahwa dampak belanja lingkungan dapat berbeda tergantung pada jenis polutan yang dianalisis.
Belanja lingkungan daerah dinilai lebih berhubungan dengan perlambatan pertumbuhan polusi yang berasal dari aktivitas transportasi, sementara kaitannya dengan pencemaran yang bersumber dari aktivitas industri belum terlihat secara signifikan.
Selain mengukur efektivitas kebijakan lingkungan, penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi satelit dalam mendukung evaluasi kebijakan publik. Pendekatan itu dinilai relevan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, yang masih menghadapi keterbatasan jaringan pemantauan kualitas udara berbasis darat.
Buku Accelerating Climate Action in Asia and the Pacific: Fiscal Policy Solutions menghimpun berbagai hasil penelitian mengenai peran kebijakan fiskal dalam mendorong percepatan aksi iklim di kawasan Asia dan Pasifik.
Keterlibatan Data Avicenna dalam publikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademisi FEB UGM dalam menghadirkan bukti ilmiah yang dapat mendukung perumusan kebijakan lingkungan yang lebih efektif sekaligus membantu upaya pencapaian target emisi nol bersih Indonesia.
Sumber : Humas UGM
Bayu

DPRD dan Pemkab Sleman Soroti Peran Keluarga dalam Mencegah Kenakalan Remaja

Previous article

Cegah Penyebaran Penyakit, Ratusan Kilogram Komoditas Ilegal Dimusnahkan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle