Lifestyle

Kisah Riswandi yang Meninggal Usai Selamatkan Ibu, Kakak dan Adik 

0
riswandi banjir Kalimantan Selatan
Ilustrasi Banjir (ist)
STARJOGJA.COM, Info – Banjir besar yang melanda kawasan Palarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, tidak hanya merendam permukiman warga. Musibah itu juga menyisakan kisah haru tentang pengorbanan seorang pemuda bernama Riswandi yang meninggal dunia setelah berulang kali menerjang banjir demi menyelamatkan keluarganya.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026). Ketinggian air di kawasan Palarik dilaporkan mencapai lebih dari satu meter dengan arus yang sangat deras, sehingga warga harus berjuang menyelamatkan diri sebelum bantuan datang.
“Pertama dia mengevakuasi ibunya dengan cara digendong, tidak ada pakai pelampung atau sejenisnya. Lalu lanjut mengevakuasi kakaknya, dan terakhir mengevakuasi adiknya. Setelah proses evakuasi selesai dikerjakannya, Riswandi tiba-tiba seperti kejang-kejang, kemudian dia dinyatakan meninggal dunia,” ujar sahabat almarhum, Feri, Rabu (5/8/2026).
Menurut Feri, banjir mulai meninggi sekitar pukul 14.00 WIB dengan arus yang menyerupai aliran sungai. Dalam kondisi tersebut, Riswandi tanpa ragu menggendong ibunya menuju tempat yang lebih aman. Setelah memastikan sang ibu selamat, ia kembali menerjang banjir untuk mengevakuasi kakaknya, kemudian kembali lagi menyelamatkan adiknya.
Usai seluruh anggota keluarganya berhasil dievakuasi, kondisi Riswandi mendadak menurun. Ia mengalami kejang-kejang dan diduga mengalami kelelahan berat setelah tiga kali bolak-balik melawan derasnya arus banjir tanpa alat keselamatan.
“Jadi kondisi air banjir ketika itu sangat deras, seperti air Sungai Lubuk Minturun mengalir. Kami warga sini bilang, banjir kemarin itu banjir terparah,” kata Feri.
Feri mengatakan, saat Riswandi menyelamatkan keluarganya belum ada petugas penyelamat yang tiba di lokasi. Seluruh warga berusaha mengevakuasi anggota keluarga masing-masing dengan peralatan seadanya karena kawasan Palarik memang telah lama menjadi daerah rawan banjir.
Kini banjir telah surut, namun bekas lumpur masih menyelimuti rumah-rumah warga. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, keluarga Riswandi harus menghadapi kehilangan sosok yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang-orang tercinta.
Jenazah Riswandi dimakamkan pada Selasa (4/8/2026). Kisah pengorbanannya menjadi pengingat bahwa kepahlawanan tidak selalu hadir dari mereka yang berseragam, tetapi juga dari seorang anak yang mengutamakan keselamatan keluarganya hingga akhir hayat.
Sumber : Bisnis
Bayu

The Malioboro Hotel & Conference Center Hadirkan Penawaran Khusus Bulan Agustus

Previous article

Mengenal Batik Gayam Mulyodadi, Kerajinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle