Lifestyle

Anak Muda Mempertimbangkan Nilai dan Cerita Produk yang Dibeli

0
Nilai produk
Anak muda tertarik dengan nilai dan cerita produk sebelum membeli (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Selain fungsi dan harga produk anak muda saat ini sangat mempertimbangkan  nilai dari sebuah merek atau produk tersebut.
Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Rani Septyarini menilai  meningkatnya minat terhadap produk reusable dan ramah lingkungan menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumsi di kalangan generasi Z dan milenial yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Dari perspektif ekonomi, tren ini membuka peluang terciptanya pasar baru yang nilai tambahnya relatif tinggi karena konsumen tidak hanya membeli fungsi produk, tetapi juga membeli value yang melekat pada produk tersebut,” kata Rani saat dihubungi ANTARA, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan konsumen kini mempertimbangkan kualitas produk, kepedulian terhadap lingkungan, aspek kesehatan, hingga identitas yang ingin ditampilkan melalui produk yang digunakan.
Menurut dia, generasi muda saat ini cenderung lebih menghargai brand value atau nilai merek dibandingkan generasi sebelumnya.
“Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga bagaimana produk diproduksi, dampaknya terhadap lingkungan, dan nilai sosial yang dibawa oleh perusahaan,” ujarnya.
Peneliti lulusan Universitas Airlangga tersebut mengatakan perubahan preferensi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Ia menilai pelaku usaha tidak dapat hanya bersaing melalui harga, tetapi juga perlu membangun identitas merek yang kuat dan memiliki nilai yang relevan dengan konsumen.
Menurut Rani, konsumen muda saat ini juga lebih kritis terhadap praktik bisnis yang dijalankan perusahaan dan cenderung mendukung produk yang dianggap memiliki dampak sosial maupun lingkungan yang positif.
Karena itu, Rani mendorong pelaku usaha untuk memperkuat cerita di balik produk yang dipasarkan, termasuk penggunaan bahan baku, proses produksi, hingga kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
“UMKM harus mulai menyadari bahwa konsumen bukan hanya membeli barang dan fungsinya, tetapi juga cerita dan nilai yang dibawa oleh jenama itu,” kata Rani.
Menurutnya, kemampuan membangun narasi dan nilai merek yang kuat dapat menjadi faktor pembeda yang membantu pelaku usaha menarik minat konsumen muda di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Sumber : Antara
Bayu

Pakar UMY Tekankan Ini saat Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS 

Previous article

Olahraga Jadi Tren, Kesehatan Paru Harus Jadi Prioritas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle