STARJOGJA.COM, Info – Seekor harimau Amur jantan bernama Kai yang tercatat sebagai harimau Amur tertua di Jepang dilaporkan mati di Kebun Binatang Fukuoka pada Kamis (4/6/2026). Harimau berusia 20 tahun itu diduga mati karena faktor usia setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah setempat menyebut Kai ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di area kandang terbuka kebun binatang pada pagi hari. Pihak pengelola menduga kematian satwa tersebut berkaitan dengan usia lanjut mengingat kondisi fisiknya yang terus menurun sejak awal tahun.
Kai merupakan harimau Amur atau harimau Siberia (Panthera tigris altaica), salah satu subspesies harimau yang berstatus terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Spesies ini dikenal sebagai harimau terbesar di dunia dan populasinya terus menghadapi ancaman akibat hilangnya habitat serta perburuan liar.
Harimau tersebut lahir pada Mei 2006 di sebuah kebun binatang di Prefektur Shizuoka sebelum dipindahkan ke Kebun Binatang Fukuoka pada 2007. Selama hampir dua dekade, Kai menjadi salah satu penghuni ikonik kebun binatang tersebut.
Sekitar Februari 2026, kondisi kesehatan Kai mulai menurun yang ditandai dengan berkurangnya nafsu makan dan melemahnya fisik. Pengelola kemudian menghentikan sementara penampilannya di area terbuka pada Maret agar dapat beristirahat di kandang perawatan.
Setelah sempat menunjukkan perbaikan kondisi dan kembali memiliki nafsu makan yang lebih baik, Kai dipindahkan lagi ke kandang terbuka pada akhir Mei. Namun, beberapa hari kemudian harimau senior tersebut ditemukan mati.
Dengan kematian Kai, posisi harimau Amur tertua di Jepang kini dipegang oleh seekor harimau betina bernama Miruru yang berusia 18 tahun dan tinggal di Kebun Binatang Tokuyama, Prefektur Yamaguchi.
Sumber : Antara
Baca juga : Puluhan Harimau di Kebun Binatang di Selatan Vietnam, Mati Akibat Flu Burung







Comments