STARJOGJA.COM,HEALTH. Tak sedikit orang yang tak sadar, jika kebiasaan ini bisa membuat gangguan kesuburan. Jangan abaikan! Simak penjelasan dokter ini.
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Prof. Budi Wiweko, mengatakan masih banyak orang yang menganggap infertilitas atau gangguan kesuburan hanya dipengaruhi faktor keturunan maupun genetik.
Padahal, gaya hidup juga kini turut memegang peranan besar dalam menentukan kesehatan reproduksi, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Dokter Budi menyebut saat ini banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sederhana, ternyata dapat memengaruhi kualitas kesuburan mereka secara perlahan.
Pada pria, salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai ialah merokok karena dapat memengaruhi kualitas sperma. Selain itu, penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat juga dinilai berpotensi meningkatkan suhu di area testis, sehingga dapat mengganggu proses produksi sperma.
Aktivitas fisik berlebihan seperti bersepeda jarak jauh secara terus-menerus turut juga dinilainya dapat memberi tekanan pada area reproduksi pria. Di samping itu, kebiasaan mandi sauna dan menyimpan ponsel di kedua saku celana juga jadi hal sederhana yang perlu diperhatikan karena paparan panasnya dapat memengaruhi suhu testis.
“Data saat ini menunjukkan 35% penyebab gangguan kesuburan adalah faktor sperma dari laki-laki,” ungkapnya
Sementara pada perempuan, gangguan kesuburan paling sering berkaitan dengan proses pematangan sel telur yang tidak berlangsung optimal. Kondisi tersebut umumnya dapat dikenali dari siklus menstruasi yang tidak teratur.
Menurutnya, perempuan yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur perlu lebih waspada karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada proses pematangan sel telur.
Menstruasi yang hanya terjadi tiga bulan sekali, misalnya, atau terlalu sering hingga dua kali dalam sebulan dinilai perlu mendapat perhatian khusus.
Selain itu, sejumlah keluhan lain seperti nyeri haid berlebihan, rasa sakit saat berhubungan seksual, hingga nyeri ketika buang air besar atau buang air kecil saat menstruasi juga jadi pertanda yang tak boleh diabaikan. Gejala-gejala tersebut dapat berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi yang memengaruhi kesuburan perempuan.
“Sebaliknya, kalau perempuan haidnya teratur 90% dia telurnya baik,” imbuhnya.
Prof. Budi mengatakan edukasi mengenai kesehatan reproduksi perlu semakin diperluas, baik kepada laki-laki maupun perempuan. Menurutnya, persoalan infertilitas selama ini masih kerap dianggap sebagai masalah perempuan semata, padahal gangguan kesuburan dapat dipengaruhi banyak faktor dan melibatkan kedua belah pihak.
Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sedini mungkin melalui penerapan gaya hidup sehat, bukan baru diperhatikan setelah menikah atau ketika merencanakan kehamilan.
Sumber : Bisnis.com







Comments