News

Antropolog UI Sebut Tren Frugal Living Bisa Bertahan Lama di Kalangan Anak Muda

0
tren frugal living generasi muda gaji hilang dalam sekejap
uang pecahan Rp20.000 (starfm)

STARJOGJA.COM, Info – Tren frugal living atau gaya hidup hemat dinilai berpotensi bertahan dalam jangka panjang seiring meningkatnya kesadaran finansial di kalangan generasi muda. Pola konsumsi yang lebih selektif disebut menjadi respons terhadap kondisi ekonomi dan perubahan gaya hidup modern.

“Kalau sekarang ini mungkin tren aja ya, jangka pendek. Karena kita lagi di dalam dunia yang cepat sekali perubahannya,” kata Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto kepada ANTARA, Jumat (9/5/2026).

Meski tren gaya hidup dapat berubah cepat, Semiarto menilai prinsip hidup hemat dan konsumsi rasional kemungkinan tetap dipertahankan generasi muda. Menurutnya, kesadaran untuk mengatur keuangan kini semakin tinggi.

“Kesadaran finansial kita kan makin tinggi. Kesadaran untuk menabung, untuk budgeting,” ujarnya.

Semiarto menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi pola kerja berbasis gig economy yang membuat pendapatan sebagian anak muda tidak selalu stabil. Situasi itu mendorong generasi muda lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas pengeluaran.

“Kita hidup di dalam konteks ekonomi yang berbasis gigs. Ada kalanya punya uang cukup banyak, tapi ada kalanya kosong,” katanya.

Ia mengatakan generasi muda saat ini juga mulai mengutamakan pengalaman dan kesejahteraan dibanding kepemilikan aset. Kebutuhan akan kenyamanan pun kini lebih fleksibel karena banyak layanan yang bisa diakses tanpa harus dimiliki secara permanen.

“Prioritas sekarang memang bukan pada kepemilikan, tapi pada pengalaman dan well being,” ujarnya.

Menurut Semiarto, masyarakat kini dapat menikmati fasilitas tertentu tanpa harus membeli atau memiliki barang mahal. Fenomena itu terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan sewa apartemen hingga transportasi online premium.

“Kita bisa tinggal di apartemen atau sewa. Pilih kendaraan online premium tanpa harus beli mobil premium,” katanya.

Meski begitu, Semiarto menilai aspek frugal living yang paling cepat berubah adalah sisi estetikanya, seperti gaya berpakaian atau tampilan visual yang saat ini identik dengan konsep minimalis dan sederhana.

“Yang mungkin berubah cepat adalah frugal living sebagai tren estetika,” ujarnya.

Ia menambahkan praktik efisiensi dan konsumsi selektif kemungkinan tetap bertahan karena masyarakat urban semakin terbiasa menghadapi tekanan ekonomi perkotaan dan perubahan pola kerja modern.

“Praktik efisiensi ini kayaknya masih akan tetap tinggi karena faktor-faktor struktural tadi,” kata Semiarto.

Focus Keyphrase:

Meta Description: Antropolog UI Semiarto Aji Purwanto menilai tren frugal living berpotensi bertahan lama karena meningkatnya kesadaran finansial generasi muda.

Tag: frugal living, gaya hidup hemat, generasi muda, kesadaran finansial, Semiarto Aji Purwanto, gig economy, lifestyle, konsumsi selektif, anak muda, tren hidup hemat

Sumber : Antara

Baca juga :

Bayu

Pixar Isyaratkan Siap Produksi Toy Story 6 dan 7

Previous article

Mantan Anggota JKT48 Main Film Nobody Loves Kay

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News