Lifestyle

Indonesia Debut di Biennale Teatro Venezia 2026, Angkat Budaya Melayu ke Panggung Dunia

0
Indonesia Biennale Teatro Venezia 2026
dokumentasi pementasan under the volcano (sumber bumi pernati - gembong hardian)

STARJOGJA.COM, Info – Indonesia akhirnya tampil untuk pertama kalinya dalam Biennale Teatro Venezia 2026 setelah festival teater internasional itu berlangsung selama 54 tahun. Kehadiran Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya Melayu yang selama ini minim representasi di panggung seni global.

“Indonesia mempunyai sesuatu yang berbeda di dalam seni tari, musik, teater, dan bela diri silat,” kata Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia Restu Imansari Kusumaningrum dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5/2026).

Indonesia akan menampilkan dua pertunjukan bertajuk Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat pada 16—19 Juni 2026 di Teatro alle Tese, kawasan Arsenale, Venesia. Kedua pertunjukan tersebut disutradarai Yusril Katil dan Sri Qadariatin.

Restu menilai Asia Tenggara selama ini seperti ruang kosong dalam percakapan seni global karena dominasi budaya populer dari China, Jepang, dan Korea Selatan. Menurutnya, tema Alternative Native yang diangkat Biennale tahun ini menjadi alasan penting keterlibatan Indonesia.

“Kami cuma punya waktu 24 jam,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pihak Biennale secara aktif mencari partisipasi Indonesia dalam festival tahun ini. Restu menyebut akar budaya Melayu yang hidup di Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama yang ingin dihadirkan dalam tema festival tersebut.

“Kalau ngomongin tema Alter-Native, enggak ada Indonesia, festival lo enggak jadi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Istituto Italiano di Cultura Jakarta Michele Cavallaro mengatakan kehadiran Indonesia menjadi bagian penting dalam ekosistem Biennale Venesia yang selama ini dikenal sebagai pusat percakapan budaya dunia. Festival tersebut tidak hanya menampilkan seni rupa, tetapi juga teater, tari, musik, hingga arsitektur.

“Biennale masih hidup. Ini adalah acara budaya yang menunjukkan masalah dan ketegangan masyarakat kita,” ujarnya.

Michele mengaku bangga Indonesia akhirnya tampil dalam Biennale Teatro Venezia setelah beberapa edisi sebelumnya belum berpartisipasi. Kehadiran Indonesia diharapkan dapat memperluas ruang dialog budaya Asia Tenggara di tingkat internasional.

Sumber : Bisnis

Baca juga : Venesia Gagal Keluar dari Zona Degradasi 

Bayu

Frugal Living Jadi Tren Anak Muda, Tak Lagi Dianggap Gaya Hidup Kekurangan

Previous article

Antropolog UI Sebut Gaya Hidup Mapan Jadi Cara Join The Club di Masyarakat Urban

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle