Lifestyle

Psikolog Ingatkan Orang Tua Waspadai Perubahan Perilaku Anak di Daycare

0
perilaku anak di daycare
perilaku anak di daycare (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Psikolog mengingatkan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare. Langkah cepat diperlukan jika ditemukan tanda-tanda mencurigakan demi menjaga keselamatan anak.

“Jangan menunggu sampai ada bukti nyata. Naluri orang tua adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan,” kata Devi Yanti, M.Psi., Psikolog Senin (27/4/2026).

Orang tua disarankan untuk mencatat setiap perubahan perilaku anak setelah berada di daycare. Hal ini penting sebagai langkah awal untuk mendeteksi kemungkinan adanya masalah.

“Ia menganjurkan orang tua segera menindaklanjuti jika mendapati anak yang semula aktif menjadi pendiam, anak rewel berlebihan, anak menolak diantar ke tempat penitipan anak, atau menemukan luka atau memar pada tubuh anak.”

Selain itu, orang tua juga dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi penitipan anak. Kunjungan mendadak bisa menjadi cara untuk memastikan kondisi anak secara langsung.

“Jika daycare melarang kunjungan mendadak, itu sudah merupakan tanda peringatan,” kata psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu.

Komunikasi dengan pengelola daycare juga menjadi langkah penting jika muncul kecurigaan. Respons dari pihak pengelola dapat menjadi indikator apakah tempat tersebut dapat dipercaya atau tidak.

“Menurut dia, pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.”

Apabila ditemukan tanda kekerasan fisik atau perubahan perilaku yang signifikan, orang tua disarankan segera mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan tenaga medis maupun psikolog diperlukan untuk memastikan kondisi anak.

“Devi menyarankan orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter dan atau psikolog jika mendapati tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh anak atau perubahan perilaku signifikan pada anak yang dititipkan di tempat penitipan anak.”

Selain itu, dokumentasi menjadi hal penting dalam menguatkan laporan jika diperlukan. Orang tua diminta mencatat dan menyimpan bukti sebagai langkah antisipasi.

“Menurut Devi, orang tua sebaiknya mendokumentasikan dan mencatat bukti-bukti kecurigaan mereka berkenaan dengan kondisi anak yang dititipkan di tempat penitipan anak agar bisa dijadikan sebagai bukti saat menyampaikan laporan ke kepolisian atau dinas terkait.”

Pelaporan kepada pihak berwenang tidak perlu menunggu bukti lengkap. Proses investigasi merupakan tanggung jawab aparat, bukan orang tua.

“Jangan takut melaporkan meski belum ada bukti lengkap, karena investigasi adalah tugas aparat, bukan orang tua,” katanya.

Keselamatan anak tetap harus menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini. Orang tua juga disarankan untuk segera mengambil tindakan preventif.

“Segera pindahkan anak sembari menunggu proses investigasi pihak terkait, keselamatan anak adalah prioritas utama, dan tidak perlu menunggu kepastian hukum untuk mengambil langkah ini,” ia menambahkan.

Sumber : Antara

Baca juga : Tips memilih daycare yang kredibel

Bayu

Katarak Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Penyebab dan Gejalanya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle