STARJOGJA.COM, Info – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai peringatan dua dekade gempa Yogyakarta 2006 sebagai momen penting untuk memperkuat mitigasi bencana di Indonesia. Refleksi ini dinilai krusial agar pengelolaan risiko bencana dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat reaktif.
“Kurun waktu 20 tahun sejak gempa Yogyakarta menjadi wake up call bagi kita semua. Peristiwa tersebut merupakan salah satu momentum utama lahirnya Undang-Undang Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mengubah paradigma kita dari sekadar respons darurat menjadi pengurangan risiko,” katanya dalam seminar Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dan 20 Tahun Gempa Yogyakarta yang diikuti dari Jakarta, Kamis (16/4/2026).
BNPB mengungkapkan sepanjang awal 2026 telah terjadi ratusan bencana di Indonesia yang dipicu kondisi geografis rawan. Letak Indonesia di kawasan cincin api membuat potensi gempa, letusan gunung api, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor terus mengintai.
“Yogyakarta adalah tempat pertama kalinya Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan pusat studi bencana di universitas terbentuk. Wilayah lain harus belajar dari ketangguhan Yogyakarta dalam membangun kembali daerahnya setelah bencana,” katanya.
Yogyakarta dinilai sebagai pusat pembelajaran penanggulangan bencana karena memiliki kolaborasi kuat antar berbagai elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan relawan menjadi kekuatan utama dalam membangun ketangguhan daerah.
“Mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi melakukan simulasi. Di Sleman bisa gunakan skenario erupsi Merapi, di pesisir Bantul bisa gunakan skenario tsunami. Jangan menunggu kejadian baru sibuk merencanakan, kesiapsiagaan harus menjadi investasi kita,” tutur Raditya.
BNPB juga mendorong integrasi rencana penanggulangan bencana ke dalam pembangunan daerah guna menjamin kesiapan pendanaan. Selain itu, peningkatan literasi dan sistem peringatan dini dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan masyarakat menuju Indonesia 2045.
Sumber : Antara
Baca juga: Kemlu RI Tegaskan Tidak Ada WNI Terdampak Gempa Besar Rusia







Comments