Lifestyle

Kasus TBC di Indonesia Tembus 1,09 Juta, Wamenkes Soroti 300 Ribu Belum Terdeteksi

0
tuberkulosis Kasus TBC
kampanye kasus TBC (ist)
STARJOGJA.COM, Info – Kementerian Kesehatan mencatat kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai 1,09 juta kasus. Dari jumlah tersebut, masih ada ratusan ribu kasus yang belum terdeteksi dan menjadi tantangan penanganan nasional.
“Kasus TB di Indonesia masih cukup tinggi bahkan secara jumlah kasus diperkirakan ada 1.090.000 kasus TB di Indonesia dan yang diobati tahun lalu 867.000 kasus, jadi masih ada hampir 300.000 kasus yang belum ditemukan,” ungkap Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam Konferensi Pers Hari TB Sedunia, Selasa (8/4/2026).
Pemerintah menilai tingginya angka kasus TBC memerlukan penanganan lintas sektor, tidak hanya dari Kemenkes. Kolaborasi antar kementerian dinilai penting untuk menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
“Saya ingin menjelaskan bahwa hari ini pemberantasan TB itu harus dilakukan dalam lintas sektoral dalam hal ini, kemenkes di depan bersama Kemendagri, masih belum cukup. Harus dibagi juga dengan kementerian PKP, Kemenaker, Kemensos, Kementerian Pangan, dan Kementerian lingkungan hidup untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Upaya penanganan juga dilakukan melalui skrining masif yang menjangkau masyarakat luas sepanjang 2026. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus yang selama ini belum teridentifikasi.
“Kuman TB itu kalau di udara kena sinar matahari itu 15-30 menit mati kumannya. Tapi kalau di rumah yang tidak ada ventilasi tidak bagus, kuman TBC bisa tahan berbulan-bulan. Maka pemberantasan tidak hanya menemukan kasusnya tapi rumah yang tidak layak itu harus mendapatkan perhatian yang layak,” imbuhnya.
Sementara itu, data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan sebanyak 11 provinsi telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan TBC. Wilayah tersebut mencakup puluhan kabupaten/kota hingga ribuan desa yang menjadi fokus intervensi.
Prioritas penanganan dari 11 provinsi tersebut disebar dalam 82 kabupaten atau kota, 16.045 desa, dan sekitar 5.315 desa yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas.
Di sisi lain, akademisi dari Universitas Gadjah Mada menilai masih terdapat kesenjangan besar antara estimasi kasus dan temuan di lapangan. Hal ini menunjukkan deteksi kasus TBC di Indonesia belum optimal.
“Prediksinya mencapai 1 juta, tetapi yang sudah fiks diprediksi oleh dokter-dokter hanya mencapai beberapa ratus ribu, tetapi masih banyak sekali pasien di luar sana yang TBC dan belum ditemukan atau diobati oleh pihak dokter,” jelas Rina Triasih, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, pasien yang belum terdiagnosis berpotensi menjadi sumber penularan baru di masyarakat. Kondisi ini turut memperparah peningkatan kasus, terutama setelah pandemi COVID-19.
“Waktu COVID, jumlah kasus TBC yang ditemukan itu tidak banyak, tetapi pasca COVID itu justru meningkat,” ujarnya.
Sebagai upaya penanganan, pendekatan Active Case Finding (ACF) mulai diterapkan dengan mendatangi langsung masyarakat. Metode ini dinilai efektif untuk menemukan kasus tersembunyi yang tidak terjangkau layanan kesehatan.
“Kita menjemput pasiennya dan bukan menunggu pasiennya ke rumah sakit atau puskesmas,” jelas Rina.
Selain itu, tantangan lain muncul dari kasus TBC resisten obat akibat pengobatan yang tidak tuntas. Kondisi ini membuat penanganan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama.
“Biasanya memang dua bulan itu sudah terlihat dan sudah merasa baikan. Nah, mungkin karena mereka sudah merasa sehat, mereka tidak melanjutkan pengobatan dan itu merupakan risiko untuk menjadi TBC resisten obat,” paparnya.
Rina menekankan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya berfokus pada aspek medis semata. Faktor sosial seperti lingkungan, ekonomi, dan edukasi masyarakat juga berperan besar dalam penyebaran penyakit.
“Misalnya pasien TBC pulang ke rumah dengan kondisi rumah yang kumuh dan sempit, otomatis orang-orang di dalamnya akan terkena juga dan kasus TBC tidak sembuh-sembuh,” jelasnya.
Ia merekomendasikan strategi komprehensif melalui tiga pilar utama dalam penanganan TBC. Pendekatan tersebut meliputi pencarian kasus, pengobatan hingga tuntas, serta pencegahan yang berkelanjutan.
“Search mencari pasiennya dan mendeteksi mereka dengan cepat. Treat memberikan pengobatan yang adekuat sampai sembuh total. Prevent melakukan tindakan pencegahan dan edukasi,” pungkasnya.
Sumber : bisnis
Bayu

Islam Makhachev dan Ilia Topuria Kembali Berselisih

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle