STARJOGJA.COM, Info – Asisten pelatih tim panjat tebing disiplin lead dan boulder Indonesia, Sholikhin, menyebut perubahan standard operating procedure (SOP) latihan mendapat respons positif dari para atlet. Pembaruan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas teknik, kekuatan, serta kesiapan mental menghadapi kompetisi internasional.
“Dari standard operating procedure (SOP) atau pola latihan sudah berbeda, karena sistem kami salah satunya sudah mulai penguatan di beberapa gerakan atau teknik,” kata Sholikhin saat diwawancarai di pelatnas tim panjat tebing Indonesia di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026).
Secara teknis, tim pelatih kini memperbanyak variasi gerakan dan teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan atlet di nomor lead dan boulder. Selain itu, simulasi pertandingan juga diperbanyak untuk membiasakan atlet menghadapi tekanan saat berlaga.
Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan fokus dan konsistensi performa atlet di berbagai situasi kompetisi. Hal ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang internasional.
Di sisi lain, perubahan juga terjadi pada pola komunikasi antara pelatih dan atlet yang kini lebih terbuka. Hubungan yang lebih bersifat kekeluargaan dinilai mampu menciptakan suasana latihan yang lebih kondusif.
“Kalau dari pola komunikasi, kami sudah lebih menguatkan secara kekeluargaan, jadi ada masukan bagi pelatih dan ada juga masukan buat atlet, jadi saling terbuka dalam berkomunikasi sehingga sejalan dengan visi dan misi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),” ujar dia.
Sholikhin menambahkan komunikasi dua arah tersebut membuat atlet dapat berkembang secara optimal. Kondisi ini juga terlihat pada tim disiplin speed yang menunjukkan respons positif terhadap sistem baru.
Respons positif dari para atlet menjadi indikator bahwa pendekatan yang diterapkan berjalan efektif dalam mendukung peningkatan performa tim ke depan. Hal ini diharapkan berdampak pada capaian prestasi di ajang besar.
Sementara itu, tiga atlet Indonesia telah memastikan diri tampil pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang pada September mendatang. Ketiganya lolos otomatis setelah meraih prestasi di World Championship 2025 di Korea Selatan.
Ketiga atlet tersebut adalah Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), serta Ravianto Ramadhan (boulder putra). Dengan hasil tersebut, mereka tidak akan mengikuti World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China pada 7–12 April yang menjadi ajang kualifikasi Asian Games.
Sumber : Antara
Baca juga : Foto Uniknya Transaksi di Jalur Panjat Tebing







Comments