STARJOGJA.COM, Info – Ajang “Shibuya Sakura Matsuri 2026” menjadi panggung penguatan hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama dalam pertukaran lintas negara. Festival ini juga menghadirkan kolaborasi seni dan pendidikan yang mempertemukan identitas budaya kedua negara di panggung internasional.
“Bunga sakura tidak hanya melambangkan keindahan yang sementara dan perubahan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, pertemuan, dan harapan akan masa depan,” kata Mantan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melalui keterangan resmi Sakuranesia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Kolaborasi Yayasan Sakuranesia dan Jember Fashion Carnival (JFC) berlangsung pada 27-28 Maret di Shibuya Sakura Stage melalui berbagai pertunjukan seni dan pengalaman budaya inklusif. Kegiatan ini juga melibatkan sektor pendidikan dan industri kreatif dari kedua negara.
Dalam upacara pembukaan yang diselenggarakan Shibuya Kyoeikai, Sakuranesia bersama Japan University of Economics (JUE) tampil dengan delegasi JFC. “Kegiatan ini menjadi penanda kerja sama lintas sektor antara pendidikan dan industri kreatif Indonesia dan Jepang,” ujarnya.
Moeldoko juga menyinggung akar budaya Jawa Timur yang kini mampu tampil di panggung internasional melalui Jember Fashion Carnival. Ia menekankan bahwa individu memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi budaya antarnegara.
“Peran individu menjadi kunci dalam menjembatani hubungan budaya, tidak hanya di tingkat negara tetapi juga antar masyarakat,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa Jepang dan Indonesia menjadi salah satu sorotan utama dalam festival tersebut. Mereka tampil mengenakan kostum khas JFC yang memadukan unsur budaya kedua negara.
“Dalam waktu yang berharga selama berada di Jepang, dapat berperan sebagai jembatan persahabatan yang menghubungkan Indonesia dan Jepang seperti ini merupakan pengalaman budaya yang sangat bermakna,” ujar Ketua PPI Japan Muhammad Rezal Pabuarany.
Partisipasi lintas budaya juga dirasakan oleh model asal Jepang, Miu Kudo, yang mengaku terkesan dengan kehangatan masyarakat Indonesia. Pengalaman tersebut bahkan memotivasinya untuk mengunjungi Indonesia di masa depan.
“Saya merasakan kehangatan budaya Indonesia dan itu menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan,” kata Miu.
Dari sisi panggung utama, makeup artist ternama Indonesia Bubah Alfian bersama duta budaya Sakuranesia Ayaka Yasumoto turut menampilkan simbol pertukaran budaya melalui seni pertunjukan. Penampilan tersebut memperkuat pesan kolaborasi budaya yang diusung festival.
“Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya estetis tetapi juga sarat makna pertukaran budaya,” ujarnya.
Dalam program acara, Pendiri Sakuranesia Tovic Rustam bersama Chairman Sakuranesia Sakura Ijuin juga menampilkan video perkenalan budaya kedua negara. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui pendekatan kreatif.
“Upaya ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan Jepang secara lebih luas,” katanya.
Kolaborasi ini turut didukung Tsuzuki Educational Group sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas masa depan melalui pendidikan dan budaya. Dukungan tersebut diharapkan memperluas dampak kerja sama lintas negara.
“Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pertukaran, tetapi diharapkan berkembang menjadi kemitraan strategis bagi kemajuan kedua negara di masa depan,” kata Presiden Japan University of Economics Asuka Tsuzuki.
Sumber : Antara
Baca juga : Inilah 10 Pohon Natal Paling Unik Tahun 2025







Comments