STARJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul menargetkan sebanyak 93.191 wisatawan akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di wilayah ini selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Lonjakan kunjungan diperkirakan terjadi pada periode 20–25 Maret 2026, seiring meningkatnya minat masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk berwisata.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Nanang, menyampaikan bahwa target tersebut disusun berdasarkan tren kenaikan jumlah wisatawan setiap musim Lebaran. Ia menegaskan, kawasan pantai masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Gunungkidul.
“Berbagai persiapan telah kami lakukan, salah satunya melalui koordinasi bersama sejumlah pihak terkait guna menyambut dan memfasilitasi kunjungan wisatawan,” ujar Nanang.
Pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi lintas instansi. Kesiapan ini melibatkan berbagai pihak seperti Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga instansi teknis lain serta relawan dan masyarakat.
Selain itu, partisipasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola desa wisata, dan pelaku usaha pariwisata juga menjadi bagian penting dalam menyambut wisatawan.
“Langkah terpadu yang dilakukan meliputi Pengamanan objek wisata, khususnya kawasan pantai, Pengaturan arus lalu lintas menuju destinasi. Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Pengelolaan kebersihan lingkungan dam Penyediaan layanan kesehatan,” jelasnya.
Ia mengatakan Kawasan pantai disebut tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan dan pengamanan selama libur Lebaran tahun ini.
“Wisatawan diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kenyamanan selama berwisata,” harapnya.
Guna meningkatkan kualitas layanan, Dinas Pariwisata juga telah mengeluarkan surat edaran yang berisi pedoman bagi pengelola destinasi dan pelaku wisata dalam memberikan pelayanan optimal kepada pengunjung selama musim liburan.
Dalam upaya modernisasi tata kelola pariwisata, pemerintah daerah kini menghadirkan kemudahan pembayaran retribusi secara non tunai (cashless). Seluruh pos retribusi di kawasan pantai sudah dapat melayani transaksi digital.
Wisatawan cukup menggunakan ponsel dengan aplikasi pembayaran non tunai dan saldo yang mencukupi untuk melakukan pembayaran secara praktis dan efisien.
Sebagai langkah lanjutan, Pos Retribusi Baron akan dijadikan pilot project sistem pembayaran penuh non tunai. Uji coba akan mulai diterapkan pada Juni 2026 sebagai bagian dari pengembangan sistem pariwisata yang modern, transparan, dan berbasis data.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap tingginya kunjungan wisata selama Lebaran tidak hanya meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Pelaku usaha di sektor pariwisata, perdagangan, serta UMKM diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas wisata selama periode libur panjang tersebut.
Dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan, Gunungkidul optimistis dapat memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para pengunjung selama Lebaran 2026.







Comments