STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan pemudik dan wisatawan saat libur Lebaran 2026 termasuk pembatasan perjalanan pada periode 14 hingga 28 Maret. Berbagai langkah dilakukan bersama Polresta, Kodim, hingga instansi terkait untuk memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, hingga pelayanan publik tetap optimal.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus mudik di wilayah Kota Yogyakarta.
“14 sampai 28 Maret itu dilarang untuk perjalanan, kemudian ada empat langkah sukses yang harus dilaksanakan, salah satunya mengantisipasi potensi risiko keamanan,” ujarnya dalam konferensi pers di Ruang Yudhistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (17/3/2026).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono mengatakan pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan beberapa langkah agar wisatawan maupun pengunjung Kota Yogyakarta menjadi nyaman.
“Diperkirakan ada lebih dari delapan juta pergerakan menuju DIY, dan sekitar 700 ribu di antaranya masuk ke Kota Yogyakarta, sehingga perlu kesiapan matang dari semua pihak,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono.
Pemkot juga menegaskan adanya arahan dari Kementerian Dalam Negeri agar kepala daerah tidak mengambil cuti serta fokus pada pengendalian inflasi, keamanan, dan pelayanan publik selama periode Lebaran. Sementara itu, Polresta Yogyakarta akan menggelar Operasi Ketupat Progo mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
“Kami melibatkan ratusan personel untuk pengamanan, termasuk malam takbiran, salat Idulfitri, hingga objek wisata selama libur Lebaran,” kata Kabag Ops (Kepala Bagian Operasional) Polresta Yogyakarta Kompol Sumanto, S.E., M.M..
Ia menambahkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret, sementara puncak arus balik pada 29 Maret. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, pihak kepolisian menyiapkan 15 titik penyekatan, khususnya di akses masuk Kota Yogyakarta.
Dari sisi pertahanan, Kodim 0734 Kota Yogyakarta turut menyiapkan dukungan pengamanan.
“Kami menempatkan personel di sembilan titik pos pengamanan dan menyiapkan satu satuan setingkat kompi untuk kondisi darurat,” ujar Letkol Inf Roni Hermawan Kasdim Kodim 0734 Kota Yogyakarta.
Selain keamanan, Pemkot juga memperkuat layanan kesehatan. Dinas Kesehatan membuka tiga pos pelayanan di kawasan strategis seperti Tugu, Titik Nol, dan Kepatihan.
“Layanan kesehatan siaga dari 18 hingga 24 Maret dengan sistem shift, serta dukungan PSC 119 selama 24 jam,” jelas drg. Emma Rahmi Aryani, M.M. adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Yogyakarta.
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga menyiapkan layanan tambahan bagi wisatawan. Dua pos tourist information service akan dibuka di Malioboro dengan fasilitas istirahat dan informasi wisata. Sementara itu, Kementerian Agama Kota Yogyakarta mencatat terdapat 205 titik pelaksanaan salat Idulfitri.
“Sebanyak 153 lokasi sudah menetapkan pelaksanaan pada 20 Maret, sementara sisanya menunggu hasil sidang isbat pemerintah,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng.
Pemkot Yogyakarta berharap seluruh rangkaian perayaan Nyepi dan Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan dukungan semua pihak termasuk media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Sumber : Antara
Baca juga : Libur Lebaran, Dishub Kota Yogyakarta dan Polresta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Tim Reaksi Cepat







Comments