News

Menteri Kebudayaan Membahas Pemugaran Candi Prambanan dengan Tim dari India

0
candi prambanan tutup
Ilustrasi Prambanan (jibi)

STARJOGJA.COM, Info – Kompleks Candi Prambanan menjadi bahan dialog antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan tim pemugaran dari Archaeological Survey of India (ASI). Pertemuan yang membahas tindak lanjut kerja sama konservasi dan pemugaran di kawasan Candi Prambanan ini menurutnya perlu dilihat dalam konteks lanskap budaya yang lebih luas.

Menurutnya kawasan itu menjadi bagian dari ekosistem sejarah yang mencakup situs-situs penting lain di sekitarnya seperti Candi Sewu dan Candi Plaosan, yang menunjukkan jejak akulturasi tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.

“Kompleks Prambanan tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari satu lanskap budaya besar bersama Candi Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi yang kita lakukan tidak hanya memulihkan bangunan candi, tetapi juga menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” kata Fadli   di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan kunjungan lapangan awal yang dilakukan di kawasan Prambanan, Tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara memerlukan upaya konservasi dan pemugaran lebih lanjut. Metode anastylosis, yaitu pemugaran dengan memanfaatkan kembali batu-batu asli yang ditemukan di lokasi situs perlu untuk dilakukan.

Melalui metode ini, struktur candi dapat direkonstruksi dengan menggunakan sebagian besar material asli, sementara penambahan batu baru hanya dilakukan secara terbatas untuk kebutuhan struktural.

Tim ASI juga menyoroti tantangan utama dalam proses pemugaran, yakni elemen batu arsitektur yang tersebar di area situs. Kondisi ini membuat proses identifikasi batu yang berasal dari masing-masing candi menjadi kompleks dan membutuhkan tahapan dokumentasi serta pengelompokan tipologi batu secara cermat.

Oleh karena itu, tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu yang tersedia. Lebih lanjut, untuk memastikan metode yang tepat, Tim ASI mengusulkan pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) pada satu atau dua candi perwara terlebih dahulu.

Hasil dari proyek tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum pemugaran dilanjutkan ke struktur lainnya secara lebih luas.

Menanggapi paparan tersebut, Fadli menyampaikan apresiasi atas pengalaman dan kontribusi internasional yang telah dilakukan oleh ASI dalam pemugaran situs-situs warisan dunia.

Fadli menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs-situs warisan budaya, khususnya di kawasan Candi Prambanan.

Dia berharap melalui kolaborasi ini proses konservasi candi-candi perwara dapat dipercepat, dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip pelestarian warisan budaya.

“Kami juga terbuka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, untuk membantu mengidentifikasi dan menyusun kembali komponen batu candi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama internasional dalam pelestarian warisan budaya dunia. Ia berharap kerja sama dengan ASI dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen teknis dan mekanisme kerja sama resmi.

ADG Conservation and World Heritage Janhwij Sharma menjelaskan bahwa ASI merupakan lembaga arkeologi India yang berdiri sejak 1861 dan saat ini mengelola ribuan monumen bersejarah, termasuk sejumlah situs warisan dunia.

Selain melakukan konservasi di India, ASI juga aktif memberikan dukungan teknis pemugaran pada situs penting di berbagai negara seperti Kamboja, Laos, Vietnam, Uzbekistan, dan Mongolia.

Sumber : Antara

Baca juga : Candi Prambanan Tutup saat Hari Suci Nyepi 29 Maret 2025

Bayu

Pakar Ingatkan Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Obesitas

Previous article

Cara Penanganan GERD yang Tepat saat Mudik

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News