STARJOGJA.COM, Info – Psikolog klinis Ratih Ibrahim menekankan pentingnya mencari bantuan profesional ketika tekanan emosional yang dialami seseorang berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika seseorang merasa tekanan emosionalnya menetap, bahkan semakin berat, sampai membuat dirinya kewalahan dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu saat dihubungi ANTARA pada Kamis (5/3/2026).
Psikolog yang juga tergabung dalam Tim Ahli Kelompok Kerja Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menjelaskan kondisi tersebut biasanya ditandai dengan rasa kewalahan secara emosional hingga kesulitan menjalankan fungsi dasar seperti bekerja, menjaga relasi, tidur, serta melakukan aktivitas rutin harian.
Menurutnya, ada beberapa tanda peringatan lain yang perlu diperhatikan, seperti perasaan putus asa yang berlangsung lama, ledakan emosi yang sulit dikendalikan, kecenderungan menarik diri secara ekstrem dari lingkungan sosial, hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
“Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional,” katanya.
Ia menambahkan, individu yang merasa tidak mampu lagi mengelola emosinya sendiri disarankan segera mencari bantuan profesional untuk membantu proses pemulihan.
Pendapat serupa disampaikan dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Theresia Novi Poespita Candra, yang mengatakan bahwa mencari bantuan profesional merupakan langkah positif untuk memahami kondisi diri.
“Kalau seseorang merasa perlu ada yang membantu dan memutuskan pergi ke bantuan profesional, itu tentu langkah yang baik,” kata lulusan The University of Melbourne tersebut.
Ia menambahkan, layanan psikolog kini semakin mudah diakses masyarakat karena tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas.
Meski demikian, proses pemulihan diri tidak selalu harus dimulai dari layanan profesional. Menurut Novi, langkah awal yang bisa dilakukan adalah membangun kesadaran diri untuk memahami emosi dan kondisi pribadi.
Ia menyarankan beberapa cara sederhana untuk memulai refleksi diri, seperti membaca buku tentang pengembangan diri, filsafat, maupun melakukan refleksi pribadi untuk memahami tujuan hidup serta cara menghadapi masalah.
Menurutnya, kemampuan refleksi diri dapat membantu seseorang memahami pengalaman hidup dan alasan di balik reaksi emosional yang muncul.
“Kuncinya adalah kesadaran diri. Ketika seseorang mulai mengenali dirinya, itu sudah menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi mental,” kata dia.
Sumber : antara
Baca juga : Film Emosional Garapan Jay Sukmo Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?







Comments