Lifestyle

Hampir 5.000 Orang Ditangkap sejak Protes 17 Oktober di Prancis

0
protes Prancis
protes Prancis (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Hampir 5.000 orang di seluruh Prancis ditahan menyusul aksi protes yang berlangsung sejak 17 Oktober 2026, kata Menteri Kehakiman Prancis, Gerald Darmanin, Selasa (3/11/2026). Angka itu disampaikan Darmanin dalam wawancara dengan BFMTV.

“Ada 4.914 orang yang ditangkap,” kata Darmanin kepada BFMTV.

Menurut Darmanin, 70 persen dari mereka yang ditahan adalah orang dewasa. Ia menilai data itu menunjukkan aksi tersebut tidak sekadar kelanjutan protes pelajar.

“Ini jelas-jelas menunjukkan bahwa aksi ini digerakkan oleh orang dewasa, bukan sekadar kelanjutan dari aksi protes yang dilakukan para pelajar,” katanya.

Darmanin juga menyebut kejaksaan telah membuka 2.290 kasus. Sebanyak 1.820 orang di antaranya dibawa ke hadapan jaksa untuk diputuskan langkah hukum berikutnya.

“Kami telah memastikan respons hukum yang sangat tegas, 1.820 orang telah dibawa ke hadapan jaksa untuk pengambilan keputusan langkah hukum selanjutnya,” katanya.

Gelombang protes di Prancis pecah sejak pertengahan September, saat siswa SMA dan mahasiswa turun ke jalan di pinggiran Paris menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah. Para siswa kemudian bergabung dengan masyarakat yang kecewa atas kenaikan harga, sehingga aksi meluas ke berbagai wilayah.

Aksi terbesar berlangsung pada 17 Oktober 2026 dengan sekitar 550.000 peserta, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis. Aparat menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk menghadapi pengunjuk rasa.

Pada Selasa pagi, sejumlah sekolah menengah dan universitas di Paris, Marseille, dan Toulouse diblokade, menurut BFMTV. Di Toulouse, 12 dari 13 sekolah menengah terganggu kegiatannya sehari sebelumnya.

Organisasi pelajar menyebut aksi hari itu “Black Tuesday”, dan unjuk rasa juga dijadwalkan di Lille serta diperkirakan berlangsung di Lyon, yang demonstrasinya telah disetujui otoritas setempat. Kepolisian Paris memperkirakan 15.000 hingga 30.000 demonstran turun ke jalan.

Sebelumnya, pada Senin (2/11/2026), Kepolisian Paris melarang rencana aksi dari Pantheon menuju kawasan kantor Medef, organisasi pengusaha Prancis, dengan alasan rute itu “tidak sesuai dengan pembatasan keamanan yang berlaku saat ini.” Pemerintah lalu mengusulkan rute antara Porte de Charenton dan Porte de Montreuil, tetapi keputusan itu digugat ke pengadilan administratif.


  

Sumber : Antara

Baca juga : Siswa SMA di Prancis Blokade Sekolah di Paris hingga Marseille

Bayu

Andrea Bocelli Berduet dengan Lea Simanjuntak Membawakan The Prayer di Konser Romanza Jakarta

Previous article

UMY Naik ke Peringkat 15 Nasional di QS Asia University Rankings 2027

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle