Lifestyle

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diperkirakan Capai Rp111 Triliun pada 2026

0
cyber security serangan siber di ndonesia
serangan siber (ist)
STARJOGJA.COM, Info – Risiko serangan siber semakin menjadi perhatian seiring dengan pesatnya pemanfaatan teknologi digital oleh perusahaan di Indonesia. Bank Indonesia (BI) memperkirakan kerugian akibat serangan siber di Indonesia mencapai sekitar US$6,2 miliar atau setara Rp111,02 triliun sepanjang 2026.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan estimasi tersebut mengacu pada data asosiasi penyelenggara jasa internet dan statistik di Indonesia, dengan perhitungan kerugian yang mencakup penyalahgunaan data, fraud, hingga scam.
Besarnya potensi kerugian membuat keamanan siber tidak lagi sekadar berkaitan dengan perlindungan sistem teknologi. Risiko tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas operasional hingga keberlangsungan bisnis perusahaan.
Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, mengatakan peningkatan penggunaan teknologi digital perlu dibarengi kesiapan infrastruktur dan sistem keamanan yang memadai.
“Besarnya potensi kerugian akibat serangan siber menunjukkan bahwa keamanan digital perlu menjadi perhatian sejak perusahaan merancang dan mengembangkan infrastruktur IT. Pendekatan keamanan perlu mencakup network, endpoint, data, aplikasi, hingga pemantauan terhadap potensi ancaman,” ujar Edward dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Edward, transformasi digital dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, mempercepat proses bisnis, sekaligus memperluas layanan. Namun, semakin banyak teknologi yang digunakan juga membuat lingkungan IT perusahaan menjadi lebih kompleks.
Karena itu, perusahaan perlu memetakan aset digital yang dimiliki serta memahami hubungan antar sistem dan potensi risiko pada setiap titik akses. Evaluasi infrastruktur dapat dilakukan sebagai bagian dari proses untuk menentukan kebutuhan pengamanan yang sesuai.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah assessment terhadap network dan security infrastructure. Evaluasi tersebut dapat membantu mengidentifikasi potensi celah keamanan dan area yang membutuhkan penguatan sebelum perusahaan menentukan sistem proteksi, pengelolaan akses, serta mekanisme pemantauan.
“Perusahaan perlu memiliki pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risikonya. Tidak semua perusahaan membutuhkan arsitektur keamanan yang sama, sehingga assessment dan perencanaan menjadi bagian penting sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan,” jelas Edward.
Sebagai perusahaan system integrator, Nusa Network Prakarsa menangani berbagai kebutuhan infrastruktur IT, mulai dari network infrastructure, data center infrastructure, hingga security infrastructure. Pengembangan infrastruktur tersebut disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ketersediaan, skalabilitas, dan pengelolaan operasional.
Sumber : Antara
Bayu

Kasus Campak di AS Hampir Tembus 3.900 Sepanjang 2026

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle