STARJOGJA.COM, Info – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menghadirkan pameran Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran untuk mengenalkan kekayaan pengetahuan dan budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 sekaligus mendorong pemanfaatan koleksi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran.
“Selain menyimpan koleksi, perpustakaan juga menjaga ingatan bangsa agar terus dipelajari, dipahami, dan dimaknai oleh generasi berikutnya,” kata Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Suharyanto dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pameran dikemas dengan pendekatan visual dan komunikatif agar pengunjung lebih mudah memahami nilai yang tersimpan dalam manuskrip Nusantara. Koleksi yang ditampilkan mencakup manuskrip yang telah diakui dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) dan Memory of the World (MOW).
“Warisan dokumenter yang tersimpan dalam manuskrip dapat menjadi pintu masuk untuk memahami identitas, kebudayaan, dan perjalanan bangsa. Warisan dokumenter juga sekaligus menggali nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan masa kini,” tutur dia.
Menurut Suharyanto, manuskrip tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga merekam gagasan, pengetahuan, nilai, pengalaman, serta kehidupan masyarakat pada zamannya. Karena itu, pameran dirancang untuk mempertemukan generasi saat ini dengan warisan intelektual Nusantara.
“Keempat narasi yang disuguhkan dalam pameran ini menjadi upaya untuk mengubah cara pandang terhadap manuskrip. Pengunjung tidak hanya diajak melihatnya sebagai ‘benda lama’, tetapi memahami manuskrip sebagai sumber pengetahuan yang menyimpan cerita tentang manusia, masyarakat, pemikiran, nilai, dan pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Suharyanto.
Pameran terbagi dalam empat narasi utama, yakni Warisan Indonesia untuk Dunia, Warisan Nilai Bersama, Warisan Perempuan, dan Warisan Karya Istimewa. Sejumlah manuskrip yang diperkenalkan antara lain karya terkait Syekh Yusuf, Bo Sangaji, Sutasoma, Babad Diponegoro, Imam Bonjol, Trunojoyo, Panji, Sri Tanjung, serta Primbon Tengger.
Narasi Warisan Perempuan menampilkan manuskrip yang merekam pengalaman dan peran perempuan dalam kehidupan masyarakat masa lalu. Sementara Warisan Karya Istimewa menghadirkan manuskrip dengan kekhasan isi, bentuk, bahasa, tradisi intelektual, maupun nilai dokumenternya, seperti Siksa Kandang Karesian, Nagarakretagama, La Galigo, Tambar Ni Hulit, Syair Hamzah Fansuri, dan Pecenongan.
Penyelenggaraan Hari Kunjung Perpustakaan juga diarahkan untuk memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya, berdiskusi, dan berinteraksi dengan pengetahuan. Momentum tersebut tidak hanya mendorong masyarakat datang ke perpustakaan, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan koleksi sebagai sumber pengetahuan.
Hari Kunjung Perpustakaan berawal dari gagasan Kepala Perpustakaan Nasional RI pertama, Mastini Hardjoprakoso. Pada 14 September 1995, Presiden Republik Indonesia Soeharto mencanangkan September sebagai Bulan Gemar Membaca sekaligus Hari Kunjung Perpustakaan.
Peringatan tersebut kemudian menjadikan 14 September sebagai momentum untuk mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan dan mendorong kebiasaan membaca. Pada 2026, rangkaian kegiatannya berlangsung mulai 14 hingga 30 September di Gedung Grha Literasi, Bangunan Cagar Budaya Perpusnas, Jakarta.
Selain pameran, Perpusnas menghadirkan berbagai kegiatan yang menyasar anak-anak, pelajar, hingga masyarakat umum. Agenda tersebut meliputi kelas literasi, gelar wicara, kelas menulis, literasi musik dan sinema, kegiatan kepustakawanan, serta program yang mengangkat kekayaan naskah Nusantara.
Rangkaian kegiatan juga mencakup peluncuran buku dan gelar wicara Alih Wahana Naskah Ingatan Kolektif Nasional (IKON) & Memory of the World (MOW), penganugerahan IKON dan seminar IKON–MOW Naskah, Ingatan, dan Kolektivitas Bangsa. Selain itu, terdapat Penganugerahan Nugra Jasa Dharma Pustaloka kategori Pelestarian Naskah Kuno, penghargaan pengelolaan naskah kuno terbaik kategori Dinas Perpustakaan, serta Kelas Literasi Sinema.
Sumber : Antara







Comments