Lifestyle

Fadli Zon Dorong Revitalisasi Trowulan sebagai Pusat Studi Majapahit

0
revitalisasi Trowulan Majapahit
revitalisasi Trowulan Majapahit (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong peninjauan menyeluruh terhadap situs-situs peninggalan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan seiring percepatan revitalisasi Museum Majapahit sekaligus memperkuat kajian dan pelestarian kawasan bersejarah tersebut.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen menghidupkan kembali studi narasi sejarah Majapahit secara utuh, menjaga pelestarian cagar budaya, serta menjadikan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan sebagai pusat edukasi dan penelitian peradaban Nusantara yang komprehensif,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Peninjauan difokuskan pada penguatan penelitian peradaban, penyelamatan artefak autentik, serta pemugaran sejumlah struktur penting yang berkaitan dengan ibu kota Kerajaan Majapahit. Dua situs yang menjadi perhatian antara lain Situs Sumur Upas Sentonorejo dan Situs Bhre Kahuripan di Klinterjo.
“Berdasarkan hasil pemetaan LiDAR dan ekskavasi, wilayah Sentonorejo ini merupakan titik nol kota raja Majapahit dengan infrastruktur yang sudah sangat modern. Bahkan ditemukan enam lapisan peradaban di dalam tanah yang membuktikan tempat ini telah digunakan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu,” ujar Fadli Zon.
Hasil pemetaan teknologi LiDAR dan ekskavasi arkeologis di Sumur Upas Sentonorejo menunjukkan indikasi kawasan tersebut sebagai pusat Kedaton atau kota raja Majapahit. Temuan di lokasi juga memperlihatkan keberadaan hunian elite bangsawan dan raja yang dilengkapi sistem pengelolaan air serta berbagai infrastruktur.
Struktur yang ditemukan meliputi petirtaan, saluran pengairan, terakota, batu bata, hingga plesteran kapur. Temuan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan gambaran tata ruang dalam Kakawin Nagarakretagama Pupuh 8 serta catatan perjalanan Bujangga Manik.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Situs Bhre Kahuripan di Klinterjo. Kawasan ini memiliki yoni monumental berukir kepala naga atau Yoni Naga Raja dengan angka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi.
“Di Situs Bhre Kahuripan terdapat yoni berukir kepala naga yang sangat besar berangka tahun 1294 Saka (1372 M). Ini menjadi prasasti yang sangat konkret mengenai lokasi pendharmaan Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) terus melakukan ekskavasi dan pemugaran struktur pagar serta kawasan situs ini,” kata dia.
Selain yoni monumental, kawasan Bhre Kahuripan juga memiliki denah mandala berbentuk segi delapan. Temuan tersebut memperkuat catatan dalam naskah kuno Pararaton mengenai toponimi kawasan pendharmaan Giri Pantarapura.
Pelestarian Bhre Kahuripan menjadi bagian dari kajian menyeluruh yang sedang dikembangkan tim ahli. Penelitian tidak hanya diarahkan untuk menjaga kondisi fisik situs, tetapi juga memperkuat penyusunan narasi sejarah Majapahit yang dapat dipahami masyarakat.
Kementerian Kebudayaan berharap pengembangan KCBN Trowulan dapat mempertemukan aspek pelestarian, penelitian, dan edukasi. Dengan demikian, kawasan peninggalan Majapahit tidak hanya dipertahankan sebagai situs sejarah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan mengenai peradaban Nusantara.
Sumber : Antara
Bayu

Lebih dari 30 Persen Anak Muda Jepang Tak Ingin Memiliki Anak

Previous article

IDAI Ingatkan Orang Tua Waspadai Gejala Keracunan Makanan pada Anak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle