STARJOGJA.COM,JOGJA. Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, menemui empat komunitas di Yogyakarta untuk menyerap aspirasi secara langsung guna penguatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berbagai masukan dari lapangan ini akan dibawa ke tingkat pusat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan.
“Melalui serap aspirasi saya ingin mendengar apa yang masih kurang di lapangan, apa lagi yang perlu kita perbaiki dan tingkatkan. Apa yang dirasa pelayanan JKN kurang, nanti kami bawa menjadi oleh-oleh ke pusat. Ingat JKN milik kita bersama jadi layanannya harus sebaik mungkin,” ujar Lula dalam kegiatan audiensi, Sabtu (5/9/2026).
Audiensi tersebut dihadiri oleh komunitas peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), komunitas pelaku usaha Malioboro, komunitas pengajar Bahasa Inggris, serta perwakilan badan usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Lula menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan bentuk gotong royong terbesar di Indonesia yang melibatkan lebih dari 290 juta penduduk. Oleh karena itu, ia melarang keras adanya praktik diskriminasi dalam pelayanan fasilitas kesehatan bagi peserta JKN.
“Pelayanannya harus baik dan setara. Tidak boleh ada diskriminasi peserta JKN diperlakukan dengan tidak baik. Pasien dari pembiayaan lain diberikan ruangan yang baik, terang, ber-AC sedangkan JKN kurang baik, itu tidak boleh. Mari berikan keluhannya kepada kami langsung,” tegas Lula.
Sejumlah persoalan penting berhasil dijaring dari para peserta, di antaranya terkait penjaminan dan rujukan, isu pembatasan hari rawat inap, layanan gangguan mental, hingga kepesertaan PBI dan pekerja.
Untuk mempermudah akses layanan dan memangkas waktu tunggu, Lula turut mensosialisasikan penggunaan Aplikasi Mobile JKN yang dilengkapi fitur antrean online. Peserta diimbau untuk datang sesuai perkiraan jam layanan agar tidak perlu mengantre sejak pagi, serta dapat memanfaatkan petugas BPJS Siap Membantu (BPJS Satu!) di setiap rumah sakit.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran aktif peserta dalam membayar iuran rutin setiap bulan demi menjaga keberlangsungan sistem gotong royong ini.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Subkhan, menyambut baik kegiatan ini dan optimistis bahwa kolaborasi serta sinergi bersama masyarakat dapat memperkuat Program JKN ke depan.
Baca juga : BPJS Kesehatan dan Pemda Perkuat Sinergi JKN, DIY Capai Kepesertaan 98,95 Persen







Comments