STARJOGJA.COM, Info – Film animasi berbiaya rendah asal China, “Niu Lai”, berhasil mencuri perhatian dan menembus jajaran box office meski hanya diproduksi oleh dua orang dengan karakter sederhana dan alur cerita yang abstrak. Film yang secara harfiah berarti “sapi jantan tiba” tersebut mulai tayang pada 5 Agustus 2026.
Selama sembilan hari pertama penayangan, “Niu Lai” hanya meraup 7.169 RMB atau sekitar Rp15,5 juta dengan jumlah penonton sekitar 200 orang.
Namun, pada hari ke-16 penayangannya atau Kamis (20/8), pendapatan kotor film tersebut telah mencapai 30,97 juta RMB atau sekitar Rp81,9 miliar. Jumlah penontonnya juga telah mencapai sekitar 960 ribu orang.
Film animasi berdurasi 86 menit itu tidak diperkuat deretan selebritas maupun kampanye promosi besar. Produksinya hanya dikerjakan oleh sutradara Xin Yumen, yang juga mengisi suara karakter Niu Lai, bersama penulis skenario Sun Lifang.
Sun Lifang merupakan ibu dari Xin Yumen. Sebelumnya, Xin bekerja di bidang dekorasi interior sebelum beralih ke dunia animasi, sedangkan sang ibu turut membantu mewujudkan impian putranya.
Keduanya menghabiskan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan film tersebut. “Niu Lai” diproduksi oleh Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media yang sebelumnya bergerak di bidang desain interior dan dekorasi.
Dengan anggaran terbatas, film tersebut bahkan tidak memiliki poster promosi resmi yang memadai. Sejumlah pegawai bioskop kemudian membuat poster bergambar tangan untuk menarik perhatian calon penonton.
Cerita “Niu Lai” juga tergolong unik, yakni tentang seekor anak sapi bernama Niu Lai yang membawa seekor burung betet yang baru tiba dari padang pasir ke dalam alam mimpi. Dalam mimpi tersebut, sang burung menyaksikan Niu Lai perlahan tumbuh menjadi sosok pemberani dan bertanggung jawab di tengah berbagai kekuatan yang memengaruhinya.
Film ini mulai menarik perhatian pasar China sejak 14 Agustus 2026. Potongan video dan meme dari film tersebut di media sosial membuat semakin banyak orang penasaran dengan karya yang hanya dibuat oleh dua orang itu.
Sejumlah komentar bahkan menyebut “Niu Lai” sebagai film dengan cerita paling sederhana hingga menyamakannya dengan animasi buatan AI. Sebagian penonton lainnya mengaku tertarik menonton justru karena penasaran dengan kualitas film yang menjadi bahan perbincangan tersebut.
Potongan adegan film juga ramai dibagikan di media sosial. Metode produksi yang disebut “buatan tangan” menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian sekaligus menunjukkan bahwa film tersebut dibuat tanpa menggunakan kecerdasan buatan.
Fenomena lain muncul dari permainan kata dalam bahasa Mandarin. Sebagian penonton mendukung film tersebut karena berharap popularitas “Niu Lai” ikut membawa sentimen bullish di pasar saham, mengingat kata sapi dalam bahasa Mandarin menggunakan karakter “牛” atau niu.
Kesuksesan tak terduga “Niu Lai” membuat film tersebut turut bersaing dengan sejumlah film besar di pasar China. Di antaranya film Hollywood “The Odyssey” dan “Spider-Man: Brand New Day”, serta film lokal China “Once Upon a Time in the Middle East”.
Sumber : Antara
Baca juga : Film Animasi Garuda di Dadaku Tampilkan Semangat Pantang Menyerah







Comments