STARJOGJA.COM, JOGJA—Mengusung perpaduan unik antara aroma kopi dan aroma buku, Renaisansi Coffee and Theotraphi hadir sebagai ruang hangat bagi para pecinta literasi dan penikmat kopi di Yogyakarta. Berada di Jl. Semeru No. A-01 Ngabean Wetan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, bookcafe ini menawarkan pengalaman minum kopi yang tak biasa.
Barista Renaisansi Coffee and Theotraphi, Niska Andri Maulana, mengatakan bahwa mulanya kafe ini hanyalah sebuah toko buku dan akhirnya bertransformasi menjadi bookcafe dengan konsep yang lebih matang.
“Sebenernya dulu itu cuma toko buku aja waktu tahun 2015, terus mulai ada coffeeshop-nya tahun 2019 dengan nama observasi. Terus kita pindah-pindah tempat sampai akhirnya nemu tempat ini yaudah buka lagi dengan nama baru,” jelasnya pada Rabu (29/7/2026).
Niska juga menambahkan bahwa nama kafe ini pun bukan sekadar penanda identitas, melainkan sarat akan makna filosofis. Kata Renaisansi yang berarti “terlahir kembali” menandai lahirnya konsep baru, sementara Theotraphi merupakan gabungan dari tiga pilar ilmu: teologi, sastra, dan filosofi.
“Renaisansi itu kan artinya terlahir kembali ya, kak, sebagaimana kafe ini yang akhirnya mulai kembali dengan konsep berbeda daripada sebelumnya. Maksud konsep disini tuh kaya penataan ruangnya lebih luas, hangat, dan nyaman,” tambahnya.
Keunikan Renaisansi Coffee and Theotraphi tak berhenti pada suasana tempatnya. Menu minuman yang disajikan pun mengusung penamaan bernuansa filsafat yang memancing rasa penasaran pengunjung.
Pengelompokan menunya disesuaikan dengan era pemikiran filsafat, yaitu kategori Modernitas untuk manual brew, Post Modernitas untuk espresso based, Neo Post Modernitas untuk coffee milk based, serta Realitas untuk varian noncoffee.
Salah satu menu best seller di kafe ini adalah Stoikisme, yaitu racikan palm sugar coffee milk dengan cita rasa yang khas. Menariknya, bagi pencinta kopi manual brew, pengunjung bisa memilih sendiri biji kopi sesuai selera dengan menghirup aromanya terlebih dahulu sebelum diseduh.
Dari segi fasilitas, Renaisansi Coffee menawarkan area indoor dan outdoor yang cukup luas.
Saat melangkah ke dalam, pengunjung akan disambut dengan nuansa hangat bak menyeruput kopi di tengah perpustakaan pribadi. Bagi yang menyukai udara segar, area outdoor juga tak kalah lapang untuk menjadi tempat bersantai hingga diskusi kelompok.
Koleksi buku yang dipajang pun sangat beragam mulai dari fiksi, nonfiksi, ensiklopedia, buku berbahasa Inggris, hingga karya terjemahan.
Menariknya, buku-buku ini merupakan gabungan dari koleksi pribadi sang pemilik, titipan dari para kolektor buku, hingga karya yang diperoleh langsung dari para penulisnya. Tak hanya untuk dibaca di tempat, beberapa koleksi buku di sini juga bisa dibeli untuk dibawa pulang.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi membaca buku kesayangan sambil menyesap kopi bernuansa filsafat ini, Renaisansi Coffee and Theotraphi beroperasi setiap hari mulai dari jam 08.00—00.00 WIB.
Baca Juga: Kebun Buku Sajikan Pengalaman Literasi Bertemankan Kopi
Penulis: Ulima Fauzia Elisa







Comments