STARJOGJA.COM, Info – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut film produksi dalam negeri kini mendominasi pasar bioskop nasional. Hingga pertengahan 2026, pangsa pasar film Indonesia telah mencapai 67 persen, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap karya perfilman lokal.
“Sekarang orang Indonesia lebih suka nonton film Indonesia. Market share-nya 67 persen. Kurang lebih yang ada di bioskop itu 67 persen,” kata Fadli Zon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Meski industri film nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif, Fadli mengakui masih terdapat tantangan dalam distribusi film, terutama karena belum meratanya jumlah layar bioskop di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, banyak daerah yang hingga kini belum memiliki akses terhadap fasilitas bioskop.
Ia menilai persoalan tersebut berkaitan dengan investasi sektor swasta. Karena itu, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha yang tertarik berinvestasi dalam pembangunan jaringan bioskop di daerah.
“Swasta yang kita harapkan, karena ini kan bisnis,” ujarnya.
Untuk mendukung pemerataan akses film nasional, Kementerian Kebudayaan juga siap berkoordinasi dengan Danantara guna mencari solusi terhadap keterbatasan infrastruktur bioskop di sejumlah wilayah.
Selain itu, pemerintah telah mengusulkan tambahan pagu anggaran sebesar Rp3,9 triliun pada tahun anggaran mendatang. Sebagian anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung pengembangan industri perfilman nasional agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas.
Di sisi regulasi, Kementerian Kebudayaan bersama Badan Perfilman Indonesia tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Perfilman. Revisi tersebut bertujuan menyesuaikan regulasi dengan perkembangan teknologi informasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif.
“Sehingga lebih beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi komunikasi, AI dan lain-lain. Termasuk pembenahan institusi-institusinya, baik BPI maupun LSF dan lain-lain,” kata Fadli.
Berdasarkan data Badan Perfilman Indonesia pada Februari 2024, terdapat 517 lokasi bioskop dengan total 2.145 layar yang tersebar di 115 kabupaten dan kota. Jumlah tersebut masih jauh dari total 440 wilayah administratif yang terdiri atas 349 kabupaten dan 91 kota di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Noorca M. Massardi pada Oktober 2024 menyebut Indonesia telah memiliki sekitar 800 gedung bioskop dengan kurang lebih 3.000 layar. Meski terus bertambah, pemerataan akses bioskop masih menjadi pekerjaan rumah untuk memperluas jangkauan perfilman nasional di seluruh Indonesia.
Sumber: Antara







Comments