News

Sri Sultan Ingin Eks ABA Jadi RTH Minim Bangunan dan Lebih Hijau

0
RTH Eks ABA Yogyakarta
RTH Eks ABA Yogyakarta (Humas Pemda DIY)

STARJOGJA.COM, Info – Eks Parkir Abu Bakar Ali (ABA) di Yogyakarta direncanakan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menginginkan kawasan tersebut didominasi ruang hijau dengan minim bangunan.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan konsep awal yang diajukan berupa hutan kota dengan suasana nyaman bagi pengunjung. Dalam rancangan terbaru, bangunan di area tersebut akan dibatasi dan hanya menyisakan fasilitas toilet umum.

“Ngarsa Dalem maunya ruang terbuka hijau yang ada nanti paling tidak memberikan suasana nyaman untuk pengunjung. Dan kalau desainnya memang menjadi taman, beliau menginginkan tidak perlu banyak bangunan. Dan memang nanti tidak ada bangunan, hanya ada toilet saja,” kata Made usai rapat penataan Sumbu Filosofi di Kompleks Kepatihan, Kamis (21/5/2026).

Made menjelaskan posisi toilet nantinya akan digeser ke sisi barat dan ukuran bangunannya diperkecil agar tidak mengganggu konsep ruang terbuka hijau.

Selain itu, Sri Sultan juga meminta agar tanaman di kawasan tersebut tidak hanya berupa perdu. Pemda DIY akan mengombinasikan tanaman berbunga dan pergola dengan tanaman rambat agar kawasan terlihat lebih rindang dan menarik secara visual.

“Beliau menginginkan tanaman yang indah, yang bisa nyaman dipandang mata,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana penataan kawasan Panggung Krapyak yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Namun, pemerintah akan lebih dulu melakukan identifikasi kepemilikan lahan dan kondisi kawasan sebelum penataan dilakukan.

Menurut Made, penataan Panggung Krapyak nantinya tetap menyesuaikan kondisi aktivitas ekonomi dan permukiman warga tanpa mengubah sistem yang sudah berjalan.

Penataan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta sendiri dilakukan sebagai upaya menjaga warisan budaya dunia UNESCO melalui pengelolaan ruang yang harmonis, ramah pejalan kaki, dan selaras dengan nilai budaya serta spiritual Yogyakarta.

Sumber : Humas DIY

Baca juga : Museum Batik Yogyakarta Kenalkan Batik di Abad ke 18

Bayu

Tes Urine Komunitas Vape di Bekasi, Seluruh Peserta Dinyatakan Negatif Narkoba

Previous article

Jogja Finansial Festival 2026 Hadirkan Edukasi Keuangan hingga Konser Musik

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News