Lifestyle

Strategi Cegah Overtourism di Labuan Bajo, Pemerintah Diminta Kembangkan Destinasi Alternatif

0
overtourism Labuan Bajo
Kunjungan Wisatawan ke Pulau Padar overtourism Labuan Bajo (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah dinilai perlu mengembangkan destinasi alternatif di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, guna mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan. Upaya ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian lingkungan.

“Kita ini bicara bukan hanya membuka sebuah lokasi destinasi baru ya, tetapi concern saya itu adalah bagaimana setiap kebijakan pariwisata itu mampu membangun sebuah ekosistem pariwisata yang utuh,” kata Taufan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis (17/4/2026).

Pengembangan destinasi alternatif disebut menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan kunjungan di kawasan Taman Nasional Komodo. Kawasan tersebut selama ini menjadi magnet utama wisata yang perlu dijaga keberlanjutannya.

“Kita tahu bahwa Labuan Bajo dan Flores itu, kekuatannya itu ada di budaya, desa wisata, landscape, daratan, hingga wisata minat khusus seperti treking, geowisata, wisata bahari, yang tidak hanya mesti komodo,” ujar Taufan.

Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat aksesibilitas dan konektivitas antardestinasi di Labuan Bajo. Hal ini mencakup pengembangan infrastruktur jalan, transportasi laut, hingga integrasi kawasan wisata.

Di sisi lain, kurasi produk wisata berbasis kearifan lokal menjadi faktor penting agar destinasi memiliki daya tarik yang kuat. Narasi yang tepat dinilai mampu meningkatkan nilai jual dan pengalaman wisatawan.

“Dan ini bisa berdampak kepada pergerakan ekonomi lokal yang menurut saya sangat signifikan. Jadi kita harus mulai melihat bahwa ada peluang lain.Labuan Bajo tidak hanya bergantung pada satu ikon saja, tetapi berkembang menjadi destinasi yang berlapis dengan beragam atraksi yang ada di sana,” katanya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelaku wisata lokal juga menjadi perhatian utama. Standar layanan yang baik diyakini mampu meningkatkan kepuasan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Terkait pengelolaan Taman Nasional Komodo, distribusi wisatawan dinilai lebih efektif dibandingkan pembatasan jumlah kunjungan. Sistem manajemen kunjungan terintegrasi dapat membantu mengatur arus wisatawan berdasarkan waktu, lokasi, dan aktivitas.

Selain itu, penerapan tarif adaptif juga dinilai dapat menjadi instrumen pengendalian permintaan wisata. Kebijakan ini memungkinkan pengaturan kunjungan tanpa harus memberlakukan pembatasan secara kaku.

“Pada intinya wisata di Labuan Bajo, khususnya terkait Komodo, itu harus bergerak dari pendekatan kuantitas menuju kualitas. Menjaga ekosistem itu adalah sebuah keharusan, tetapi memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Sumber : Antara

Baca juga : Bareng Wings Air Dari Jogja Adisutjipto Bisa ke Bali, Lombok, Labuan Bajo dan Jeddah

Bayu

Harga Plastik Naik, Ini 5 Alternatif Ramah Lingkungan Penggantinya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle