STARJOGJA.COM-HEALTH . Paparan cahaya biru gawai picu pubertas dini pada anak. Demikian hasil penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan. Dr. Aylin Kilinç Ugurlu, peneliti utama dalam studi ini, pertama kalinya menemukan hubungan langsung antara paparan cahaya biru dan pubertas dini pada tikus jantan.
“Karena ini adalah penelitian pada tikus, kami tidak dapat memastikan bahwa temuan ini akan direplikasi pada anak-anak, namun data ini menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dapat dianggap sebagai faktor risiko terjadinya pubertas dini,” tambahnya.
Selama pandemi Covid-19, terjadi peningkatan kasus pubertas dini, dan muncul hipotesis bahwa paparan cahaya biru dari gawai mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Untuk menguji hipotesis ini, peneliti dari Rumah Sakit Kota Ankara Bilkent dan Universitas Gazi di Turki melakukan penelitian terhadap tikus jantan muda untuk menganalisis efek paparan cahaya biru pada jaringan testis mereka.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontier in Endocrinology, para peneliti membagi 18 tikus betina menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok dengan paparan cahaya biru selama enam jam, dan kelompok dengan paparan cahaya biru selama 12 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda pubertas pertama muncul lebih awal pada kedua kelompok yang terpapar cahaya biru. Semakin lama durasi paparan, semakin cepat permulaan pubertas.
Para peneliti juga mencatat penurunan kadar hormon melatonin, peningkatan hormon reproduksi (estradiol dan hormon luteinizing), dan perubahan fisik pada jaringan ovarium tikus yang terkena cahaya biru, yang mengindikasikan pubertas dini. Tikus yang terpapar sinar biru selama 12 jam juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan sel dan peradangan pada ovarium mereka.
Cahaya biru merupakan salah satu warna dalam spektrum cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi. Selain matahari, sumber cahaya biru juga berasal dari lampu neon, lampu LED, komputer, layar laptop, televisi, ponsel, dan tablet yang menggunakan teknologi LED.
Dilansir oleh Medical Daily, penelitian tersebut tidak hanya mengungkap dampak negatif paparan cahaya biru terhadap mata, peningkatan risiko kanker, dan gangguan siklus tidur-bangun, tetapi juga potensi penyebab pubertas dini pada anak-anak.
Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak paparan cahaya biru pada kesehatan anak, dan mendorong untuk lebih memperhatikan penggunaan gawai elektronik pada anak-anak dengan batasan waktu yang tepat.
Penulis: Destiara Hasna







Comments