STARJOGJA.COM, Info – Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Prof. Dr.dr. Pramita Gayatri, Sp.A, Subsp.GH (K), mengimbau masyarakat tidak memberikan makanan kepada bayi yang belum berusia enam bulan atau belum memasuki masa Makanan Pendamping ASI (MPASI). Ia meminta kebiasaan memberi pisang atau nasi pada bayi tidak lagi dilakukan.
“Sebaiknya bayi ketika lahir sampai usia enam bulan diberikan ASI atau diberikan susu formula. Namun ada beberapa daerah di mana biasanya dilakukan oleh nenek dari bayi diberikan pisang paling sering, kemudian bisa juga nasi dan sebagainya. Saya mengimbau agar hal itu tidak dilakukan lagi,” ujar Prof Pramita dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dokter yang berpraktik di RSCM Jakarta itu menyebut kasus bayi diberi makanan sebelum waktunya bukan hal baru. Ada yang memberikan pisang dengan sendok, atau melumatkan nasi di mulut nenek lalu menyuapkannya ke bayi.
Menurut Pramita, pemberian makanan sebelum usia MPASI dapat mengganggu saluran cerna bayi, dan pada kondisi parah bisa membutuhkan tindakan operasi. Ia menilai kondisi itu sangat berbahaya dan sulit disembuhkan bila operasi harus dilakukan di usia muda.
“Jadi hal ini sangat berbahaya, terutama bagi-bayi. Dan kalau sampai harus dioperasi dalam usia muda, tidak mudah untuk penyembuhannya. Kenapa? Karena biasanya ada gangguan dari saluran cerna, sehingga berdampak pada tumbuhnya. Karena ada perlukaan, dia nyeri, biasanya minum susu ataupun asinya juga kurang baik. Jadi tidak berhasil (menyerap nutrisi),” jelasnya lagi.
Kondisi bayi juga dapat diperparah oleh muntah yang berulang, karena makanan menumpuk di lambung dan bisa melukai dinding lambung hingga terjadi erosi. Masalah itu dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di saluran cerna dan berujung pada infeksi berat.
“Jadi beberapa bayi yang datang ke rumah sakit, RSUD ataupun RSCM di mana merupakan pusat rujukan nasional, ada yang tidak tertolong walaupun mayoritas tertolong. Ini fenomena gunung es yang bahaya sedikit di atas, tapi nanti yang mengganggu penyerapan karena perlukaan itu jauh lebih banyak. Mungkin tidak sampai perutnya kembung dan sebagainya, tapi sudah mengganggu mekanisme pencernaan,” pungkasnya.
Sumber : Antara
Baca juga : Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun







Comments