Lifestyle

Ekspor Kecap Indonesia Capai 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus 2026 

0
kecap imlek ekspor kecap Indonesia 2026
ekspor kecap Indonesia 2026 (ist)
STARJOGJA.COM, Info – Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor kecap nasional pada Januari-Agustus 2026 mencapai 18,81 juta dolar AS atau sekitar Rp340,345 miliar. Angka itu disampaikan Plt. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Deden Mohammad Fajar Shiddiq, saat membuka sebuah festival kuliner di Hutan Kota, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
“Nilai ekspor kecap senilai 18,81 juta dolar AS itu antara lain ke Australia 3,77 juta dolar AS, yang kedua ke Malaysia kurang lebih 3,3, kemudian ke Arab Saudi 1,74, ke Amerika Serikat 1,5, dan Belanda 1,2 juta dolar AS,” kata Deden.
Australia menjadi tujuan ekspor terbesar kecap Indonesia. Tingginya pengiriman ke negara itu dipengaruhi oleh banyaknya warga Indonesia yang menempuh studi di sana.
“Jadi bisa kita lihat banyak diasporanya. Dan kalau banyak diaspora, berarti banyak restoran Indonesia yang ada di sana. Jadi kalau satu ke Australia itu dipastikan bahwa itu diasporanya adalah mahasiswa kita yang kuliah di Australia. Kurang lebih sekitar 150.000 seperti itu,” kata Deden.
Malaysia menempati posisi kedua sebagai tujuan ekspor terbesar. Hal itu didorong oleh besarnya jumlah warga Indonesia yang tercatat menetap di negara tersebut.
“Dan kalau di Malaysia, kurang lebih 2,54 juta diaspora kita di sana yang tercatat. Nah, tentu kita lihat ekspornya juga tinggi ke sana,” tambah Deden.
Kemendag kini mengembangkan sektor industri pangan untuk menangkap peluang di pasar kuliner dunia. Pasar tersebut disebut tumbuh sekitar 6,9 persen per tahun.
“Kalau kita melihat kondisi pangan atau kondisi pasar kuliner dunia saat ini kurang lebih 4,3 triliun dolar AS, besar sekali Bapak Ibu. Dan pertumbuhannya kurang lebih 6,9. Dan pada tahun 2031 itu kemungkinan akan mencapai sekitar 7,6 triliun dolar AS. Jadi sangat besar sekali bahwa pasar makanan minuman, terutama di Indonesia dan selamanya tentu melalui kegiatan-kegiatan kuliner yang dilaksanakan pada pagi hari ini,” urai Deden.
Sebagai tindak lanjut, Kemendag mengoptimalkan program payung nasional terintegrasi untuk mempromosikan bisnis kuliner lokal di luar negeri. Program itu bernama S’RASA.
“Kita ada program S’RASA, yaitu apa? Rasa Rempah Indonesia. Itu salah satu program dari Kemendag untuk mempromosikan kuliner atau restoran Indonesia di luar negeri,” kata Deden.
Menurut Deden, program tersebut didorong untuk memperkuat rantai pasok kuliner nusantara sekaligus menjaga cita rasanya. Pendekatan itu mengacu pada Thailand, yang pemerintahnya menjamin rantai pasok makanan negaranya.
“Kita berkaca, ya kita tentu belajar dari yang sukses, berkaca dari Thailand. Restorannya di mana-mana juga banyak berkembang, rasanya kurang lebih tidak banyak berubah, ataupun negara manapun rasanya itu sama karena disuplai atau didukung oleh pemerintahnya yang memberikan jaminan terhadap supply chain untuk produk makanan. Nah, itu yang akan kita lakukan dan sudah kita lakukan,” jelas Deden.
Skema integrasi distribusi logistik itu kini telah diterapkan di beberapa wilayah target di luar negeri. Program ini diluncurkan pada 2025 dan sudah berjalan satu tahun.
“Saat ini sudah masuk tahun, ulang tahun kemarin, sudah 1 tahun kita laksanakan program ini, launching di 2025. Dan kita juga sudah mulai melakukan apa? penetrasi di pasar Australia, kemudian Amerika, Jepang, dan Belanda, serta Inggris. Nah, itu kita coba untuk membuka beberapa restoran kita di sana,” pungkas Deden.
Sumber : Bisnis
Bayu

Film Peluru Senja: The Ghost and The Gun Tayang Perdana di Jakarta 

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle