LifestyleMusic

Endah N Rhesa Rilis Video Musik Plastic Tree Berwujud Dokumenter, Angkat Kisah Tenun Dayak Iban

0
Endah N Rhesa Plastic Tree
Endah N Rhesa Plastic Tree (dok Endah N Rhesa)
STARJOGJA.COM, Info — Duo Endah N Rhesa mengemas video musik lagu Plastic Tree dalam bentuk dokumenter berjudul Pulai (Pulang). Pendekatan ini dipilih agar video tidak sekadar menafsirkan lagu secara visual, tetapi juga membuka konteks dan sudut pandang baru atas pesan yang dibawanya.
Karya tersebut lahir dari kolaborasi dengan Anatman Project dan Koalisi Seni. Endah menjelaskan, Plastic Tree berangkat dari pengandaian dunia yang kehilangan pohon alami lalu digantikan pohon plastik, dan gagasan itulah yang menjadi dasar cerita lagunya.
“Pengandaian saya dan Rhesa yang kemudian lahir menjadi lagu Plastic Tree ternyata berhasil direspon dengan sangat apik oleh Anatman Pictures disertai narasi yang menyentuh hati pada film Pulai. Hati ini tergetar hingga meneteskan air mata saat menonton dokumenter ini”, ujar Endah dalam keterangan tertulisnya.
Dokumenter ini mengikuti Paskalia Wandira (Lia), perempuan muda Dayak Iban yang sedang belajar mengenal tradisi tenun di komunitasnya. Kisahnya menyoroti pemakaian tanaman pewarna alami serta pengetahuan yang diwariskan dan tumbuh bersama lingkungan tempat masyarakat hidup.
Namun, tanaman pewarna alami untuk menenun kini makin sulit ditemukan akibat perubahan lingkungan. Kondisi itu mengancam ketersediaan bahan pewarna sekaligus pengetahuan lokal tentang cara mengenali dan mengolah tanaman, teknik menenun, hingga nilai yang membentuk hubungan masyarakat dengan alam.
Kisah Lia terhubung dengan pesan Plastic Tree tentang cara manusia memperlakukan alam dan risiko hilangnya unsur alami hingga hidup bergantung pada material buatan. Lewat perpaduan musik dan dokumenter, isu lingkungan dilihat sekaligus dari perspektif budaya dan tradisi Dayak Iban.
Endah menuturkan, kolaborasi ini bermula dari ajakan Koalisi Seni untuk terlibat dalam inisiatif Bersemi Bersama Seni. Program tersebut mempertemukan komunitas adat dan lokal, seniman, musisi, serta publik untuk memahami krisis lingkungan lewat cerita dan pengetahuan yang hidup di tengah masyarakat.
Proyek ini juga melahirkan karya zine berjudul Hilang dan Pulang dan Kembang dari Chairun Nisa atau Hairembulan. Jika Pulai bercerita lewat gambar bergerak dan musik, zine tersebut mengajak pembaca menyelami isu serupa lewat ilustrasi, teks, dan penerbitan mandiri.
Pulai dapat disaksikan di kanal YouTube Endah N Rhesa. Film ini juga diputar di Synchronize Festival pada 16-18 Oktober 2026 di panggung Dynamic, XYZ, dan District sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan hidup.
Sumber : Bisnis
Bayu

Dubes Inggris Kagumi Lukisan Gua Leang-Leang, Dorong Kolaborasi Seni dan Teknologi

Previous article

IDAI: Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla, Partikel PM2,5 Bisa Masuk hingga Aliran Darah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle