STARJOGJA.COM, Info — Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, berkunjung ke Taman Arkeologi Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2026). Ia memberi apresiasi atas kekayaan warisan prasejarah di kawasan itu dan menyatakan siap mendorong kolaborasi seni dan teknologi.
“Archeological Park prasejarah Leang-Leang menyimpan jejak peradaban manusia melalui lukisan gua berupa cap tangan dan gambar hewan purba. Ini memiliki nilai penting bagi dunia,” kata Jermey di sela kunjungannya ke Archeological Park (Taman Arkeologi) Leang-Leang di Kabupaten Maros, Minggu (18/10/2026).
Jermey menilai jejak tangan dan lukisan hewan purba di Sulsel sebagai warisan kemanusiaan yang menakjubkan. Ia juga berterima kasih atas kesempatan melihat langsung keistimewaan situs tersebut.
Menurutnya, Leang-Leang menunjukkan pentingnya kerja sama Indonesia dan komunitas internasional, termasuk Inggris, dalam menjaga warisan budaya. Dari pihak British Council, Country Director British Council Indonesia dan ASEAN, Summer Xia, menyebut lembaganya mendorong pemanfaatan teknologi modern agar kekayaan warisan prasejarah menjadi inspirasi bagi masa depan.
Upaya itu dijalankan lewat kolaborasi ilmuwan, seniman, dan peneliti yang menjajaki hubungan antara sejarah, seni, dan teknologi. British Council menempatkan warisan budaya sebagai ruang pertemuan antara kreativitas, pengetahuan, dan inovasi.
Kawasan karst Maros-Pangkep menyimpan lukisan gua yang memperlihatkan ekspresi artistik manusia masa lampau. Lukisan itu sekaligus memberi gambaran tentang kehidupan dan kebudayaan pada masa prasejarah.
Kolaborasi seni dan teknologi diharapkan dapat memperluas cara masyarakat memahami warisan prasejarah. Pendekatan tersebut juga membuka peluang penyampaian informasi sejarah secara lebih kreatif dan relevan bagi generasi masa kini.
Menurut Xia, kerja sama lintas negara turut memperkuat upaya pelestarian warisan budaya. Lewat pertukaran pengetahuan dan pengalaman, Indonesia dan Inggris diharapkan menemukan pendekatan baru untuk memperkenalkan kekayaan sejarah kepada masyarakat luas.
“Leang-Leang tidak hanya menjadi situs arkeologi yang merekam jejak kehidupan manusia purba, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun dialog antara warisan masa lalu, perkembangan teknologi, dan kreativitas masa depan,” ujar Xia.
Sumber : Antara







Comments