STARJOGJA.COM, Info – Otoritas Israel dilaporkan meminta pesawat Ethiopian Airlines yang terbang dari Addis Ababa menuju Tel Aviv untuk kembali ke bandara asal setelah mengetahui salah satu pilotnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Informasi tersebut dilaporkan media Israel, Channel 12, pada Senin (12/10).
Menurut laporan itu, pesawat telah mengudara selama sekitar satu jam saat masih berada di wilayah udara Ethiopia ketika otoritas Israel meminta penerbangan tersebut putar balik. Kewarganegaraan pilot tersebut disebut telah teridentifikasi oleh intelijen Israel dan otoritas bandara.
Otoritas keamanan dan transportasi Israel kemudian memutuskan untuk tidak mengizinkan pesawat tersebut mendarat. Pesawat pun kembali ke Addis Ababa, tempat pilot WNI diganti dengan pilot lain sebelum penerbangan dilanjutkan menuju Tel Aviv.
Ethiopian Airlines mengakui adanya kesalahan dalam insiden tersebut. Maskapai itu disebut tidak mengetahui bahwa pilot berkewarganegaraan Indonesia tersebut dilarang terbang ke Israel.
Channel 12 juga melaporkan bahwa otoritas Israel telah meminta maskapai asing agar tidak menugaskan pilot dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk melayani penerbangan menuju negara tersebut.
Negara yang disebut masuk dalam pembatasan itu meliputi Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada tanggapan dari pemerintah Ethiopia maupun Indonesia terkait insiden itu.
Peristiwa tersebut terjadi setelah upaya pembajakan pesawat FlyDubai dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv pada 30 September. Kejaksaan Uni Emirat Arab menyatakan seorang kopilot berkewarganegaraan Oman berupaya mengambil alih kendali pesawat dan menabrakkannya ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Upaya tersebut berhasil digagalkan oleh penumpang dan awak pesawat lainnya. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.
Sumber : Antara







Comments