STARJOGJA.COM, Info – Penyanyi Lyodra Ginting menghadirkan konsep dua fase emosi dalam album studio ketiganya, Terkunci di Kamu. Album yang memuat sepuluh lagu tersebut membawa pendengar menyusuri perjalanan dari luka dan kekecewaan menuju penerimaan serta keberanian membuka hati kembali.
Lyodra menjelaskan, bagian awal album didominasi suasana gelap dan melankolis yang menggambarkan seseorang masih terjebak dalam pengalaman masa lalu. Cerita tersebut berangkat dari luka, kekecewaan, hingga hubungan yang tidak berjalan sesuai harapan.
“Secara konsep memang album ini kayak punya dua sisi cerita. Di bagian awal suasananya sengaja dibuat lebih gelap dan galau banget, menceritakan momen saat hati kita masih tertahan di fase luka masa lalu, kekecewaan, dan hubungan yang ternyata berjalan tidak sesuai ekspektasi,” kata Lyodra dalam siaran pers label Universal Music Indonesia di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Memasuki paruh kedua, suasana musik beralih menjadi lebih hangat dan terang. Perubahan tersebut melambangkan proses berdamai dengan pengalaman pahit, menemukan kenyamanan saat kembali dekat dengan seseorang, serta tumbuhnya keberanian untuk mempercayai cinta.
“Jadi, album ini bukan sekadar kumpulan lagu galau biasa, tapi sebuah perjalanan emosional yang utuh dari hati yang awalnya terkunci rapat hingga akhirnya bersedia dibuka kembali,” ujar Lyodra.
Perilisan album ini melanjutkan perjalanan karier Lyodra yang telah berkembang sejak usia muda. Penyanyi kelahiran Medan pada 2003 tersebut menjadi pemenang termuda Indonesian Idol Season 10 saat berusia 16 tahun.
Sepanjang kariernya, Lyodra dikenal lewat sejumlah lagu, seperti Tak Dianggap, Sang Dewi, dan Pesan Terakhir. Ia juga pernah berkolaborasi dengan Yovie Widianto dan Andi Rianto serta meraih penghargaan Best New Asian Artist di Mnet Asian Music Awards 2021.
Album Terkunci di Kamu berisi sepuluh trek, yakni Teganya Kau, Harapan Semu, Pura Pura, Apa Maksud Tuhan Pertemukan Kita?, Bodohnya Aku, Panggil Aku Bayangan, Bersamamu yang berkolaborasi dengan Bilal Indrajaya, Simpan Dulu Rindumu, Pintu Hati, dan BUCIN’T sebagai penutup.
Dari seluruh lagu tersebut, Lyodra memilih Pintu Hati sebagai pusat cerita album. Lagu ini menjadi penanda peralihan dari fase mempertahankan luka menuju kemungkinan menerima pengalaman baru.
“Lagu ini menjadi titik ketika seluruh cerita mulai berubah arah, dari mempertahankan luka menuju kemungkinan untuk menerima sesuatu yang baru,” kata Lyodra.
Sumber : Antara







Comments