LifestyleTechno

Telegram dan Pinterest Masuk Risiko Tinggi bagi Anak

0
pembajakan film melalui telegram
A man is seen as a silhouette as he checks a mobile device whilst standing against an illuminated wall bearing Telegram's logo in this arranged photograph in London, U.K., on Tuesday, Jan. 5, 2016. The Telegram messaging app, which allows users to encrypt text that self-destructs on a timer, took down a number of channels Islamic State was using for propaganda, highlighting the actions some online companies are taking to react to terrorism. Photographer: Chris Ratcliffe/Bloomberg
STARJOGJA.COM, Info — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan Telegram dan Pinterest termasuk platform digital berprofil risiko tinggi bagi anak berdasarkan hasil penilaian mandiri yang telah diverifikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Penilaian tersebut merupakan tindak lanjut penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
“Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun atau tidak aman bagi anak,” kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Senin (15/9/2026).
Hingga 6 September 2026, sebanyak 252 produk, fitur, dan layanan (PLF) dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyelesaikan penilaian mandiri. Dari jumlah tersebut, Kemkomdigi telah memverifikasi 60 PLF yang terdiri atas 38 PLF berprofil risiko rendah dan 22 PLF berprofil risiko tinggi.
Meutya mengatakan penetapan profil risiko diperlukan karena setiap layanan PSE memiliki tingkat risiko yang berbeda terhadap anak. Tingkat risiko tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk perlindungan yang harus diterapkan oleh penyelenggara.
“Semakin tinggi risikonya tentu semakin kuat langkah perlindungan yang harus diterapkan oleh PSE,” ujarnya.
Selain Telegram dan Pinterest, sejumlah PLF lain yang masuk kategori risiko tinggi antara lain Lazada, situs Web Lazada, Blibli, BMoney, Vidio, Hago App, SnackVideo, X, Sola Mahjong, Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Valorant, dan Teamfight Tactics Mobile. Daftar tersebut juga mencakup Apple Podcasts, WeTV, MAXStream TV, Discord, YouTube, Ludo World–Ludo Superstar, serta Crossfire: Legends.
Sementara itu, sejumlah PLF dinilai berisiko rendah atau aman bagi anak dengan pendampingan orang tua. Di antaranya Apple Arcade, Lapak Gaming, Itemku, App Store, Apple Books, situs web Lazada Service, situs web OPPO, Game Center & Games, Google Shopping, Livin’ Next-G, Eidupay, DANA, UniPin, Livin’ by Mandiri, Netflix Kids Profile, dan FaceTime.
Daftar PLF berisiko rendah juga mencakup iMessage, Google Messages, Gmail, Canva Pendidikan, iCloud Drive & Photos, Siri, YouTube Kids, Google Maps, Gemini, Apple Maps, Apple Invites, Google Classroom, Google Play, PlayStation, Apple Music, Apple TV, Spotify, aplikasi Ruangguru dan situs web Ruangguru, Google Workspace, Google Search, Safari, serta Google Photos. Kemkomdigi masih memberikan kesempatan kepada seluruh PSE untuk menyelesaikan kewajiban penilaian mandiri hingga 31 Desember 2026.
“Jika (PSE) tidak juga melakukan self-assessment (penilaian mandiri), maka pemerintah dapat memutuskan sendiri profil risiko dari masing-masing platform tersebut,” tegas Meutya.
Sumber : Antara
Bayu

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan, UPK Ungkap Kronologinya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle