STARJOGJA.COM, Info — Aktris senior Christine Hakim memerankan tokoh Mak Ira, mantan pelacur yang tinggal seorang diri di lereng Gunung Bromo, dalam film Empat Musim Pertiwi arahan sutradara Kamila Andini. Film produksi Forka Films tersebut mengangkat kisah Pertiwi yang dikucilkan warga desanya.
Christine mengatakan karakter Mak Ira memiliki perbedaan dengan peran perempuan malam yang pernah dimainkannya dalam film Ponirah Terpidana pada 1984.
“Wah, ini bukan pertama kali menjadi pelacur ya. Udah pernah dulu sekali, udah. Tapi memang beda sekali. Ini mantan pelacur, tapi mungkin di kegilaannya itu karena menjadi pelacur bertahun-tahun,” katanya dalam peluncuran poster dan cuplikan penggoda film Empat Musim Pertiwi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Mak Ira digambarkan sebagai perempuan yang ceplas-ceplos dan kerap melontarkan umpatan. Untuk mendalami karakter tersebut, Christine juga menjalani proses pewarnaan rambut hingga empat kali agar mendapatkan warna putih sesuai keinginan sutradara.
Kamila Andini mengatakan dirinya meminta Christine menampilkan sisi yang lebih spontan dan dekat dengan kesehariannya saat memerankan Mak Ira.
“Saya bilangnya, ‘Bu, saya itu punya karakter nih, saya pingin yang main Ibu. Tapi di sini Ibu harus jadi kayak Ibu sehari-hari yang emang senang joget-joget, gila, gitu.’ Walaupun Ibu aslinya enggak, enggak banyak mengeluarkan kata-kata seperti itu,” katanya.
Christine menerima tawaran tersebut karena menilai film ini membawa pesan sosial yang kuat. Menurutnya, karakter Mak Ira menjadi gambaran untuk menyentil kemunafikan orang yang tidak menjalankan nilai moral tetapi kerap berbicara tentang moral.
Dalam cerita, warung milik Mak Ira di lereng Bromo menjadi tempat berlindung bagi Pertiwi yang diperankan Putri Marino. Kehadiran Mak Ira menjadi bagian penting dalam perjalanan Pertiwi menghadapi pengucilan dari warga desanya.
Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Sebelum tayang di Indonesia, film tersebut akan diputar dalam Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 serta festival film di Busan, Korea Selatan, dan Tokyo, Jepang.
Kamila mengaku senang filmnya mendapat kesempatan diputar di TIFF 2026. Menurutnya, festival tersebut menjadi salah satu platform film terbesar di dunia.
“Senang banget karena Toronto itu salah satu festival dengan platform terbesar ya di dunia. Tahun ini akan ada 293 film yang diputar di festival tersebut dari seluruh dunia dan filmnya besar-besar juga, banyak sekali film besar-besar yang akan diputar di sana,” katanya.
“Jadi, menjadi salah satu film yang diputar di festival ini tentu saja sebuah kehormatan selalu buat saya,” imbuh Kamila.
Sumber : Antara







Comments