Lifestyle

Film Laut Bercerita Libatkan Fotografer Jurnalistik Perkuat Detail Visual

0
Film Laut Bercerita Matilah Kau Mati
Film Laut Bercerita (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Sutradara Yosep Anggi Noen melibatkan dua fotografer senior untuk menggarap detail visual film Laut Bercerita. Langkah tersebut dilakukan agar penggambaran kerja fotografer jurnalistik dalam film berlatar tragedi penghilangan aktivis Indonesia era 1998 dapat tampil akurat.
“Fotografernya aja dua khusus untuk mewakili dua tokoh fotografer. Satu ini dan satu yang rahasia. Apa namanya? Embargo, embargo itu sampai 29 Oktober,” kata Anggi Noen dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Anggi mengatakan tantangan utama dalam menggarap film bergenre sejarah tersebut berasal dari proses kreatif, terutama menghadirkan kembali detail visual masa lalu yang sulit ditemukan saat ini. Pencarian bentuk jalanan, ruangan, hingga pakaian tempo dulu membutuhkan persiapan yang cukup besar.
“Kita nanam jagung, dan kita nanam jagung banyak kayak sok-sokan kayak Christopher Nolan gitu,” ujar Anggi Noen, merujuk pada latar kebun jagung dalam film Interstellar (2014).
Untuk kebutuhan adegan, kru bahkan menanam jagung di lahan seluas sekitar 2.000 hingga 3.000 meter persegi beberapa bulan sebelum syuting. Namun, jagung yang ditanam ternyata merupakan jenis jagung untuk pakan ternak.
“Tiga bulan sebelum (syuting) kita udah nanam-nanam gitu. Terus pas kita datang, kita syuting, pas jagungnya itu muncul, bagus juga wah, lumayan bisa untuk konsumsi waktu break syuting kan, eh ternyata yang ditanam jagung ternak, untuk sapi,” kata Anggi.
Selain persoalan visual, cuaca juga menjadi tantangan selama proses syuting yang berlangsung pada 2025. Anggi mengatakan suhu panas ekstrem di Semarang pada sekitar Agustus hingga September sempat menguras kondisi kru.
“Semarang itu panas, Mas. Panas banget gitu. Jadi stresnya itu dapat, Mas ya. Saya hari pertama kayak mau ngamuk aja gara-gara panas enggak umum,” ucap Anggi.
Kondisi tersebut kemudian diatasi dengan mendatangkan penyejuk udara portabel dari Jakarta. Langkah itu dilakukan karena persediaan alat pendingin sewaan di Semarang saat itu sudah habis.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Anggi bersyukur proses praproduksi hingga pengambilan gambar berjalan lancar. Menurutnya, tim yang solid serta dukungan orang-orang berpengalaman menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan film adaptasi novel karya Leila S. Chudori tersebut.
Film “Laut Bercerita” dijadwalkan tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026. Rumah produksi Pal8 Pictures memilih tanggal tersebut karena berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Produser Eksekutif “Laut Bercerita” sekaligus Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk. Arif Zulkifli mengatakan film tersebut diharapkan dapat menularkan keberanian kepada penonton.
“Kenyataannya juga enggak ada gangguan dalam proses produksi film ini, gitu. Jadi, saya percaya bahwa ketakutan itu menular dan kami tidak mau menularkan sesuatu yang tidak baik, itu aja. Keberanian juga menular, keberaniannya juga menular, sama,” papar produser eksekutif yang biasa disapa Azul itu.
Sumber : Antara
Bayu

Senam Zapin, Olahraga Berirama yang Juga Lestarikan Budaya Melayu

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle