STARJOGJA.COM, Info – Senam Zapin menjadi salah satu aktivitas olahraga yang memadukan gerakan senam dengan unsur tari tradisional Melayu. Gerakan langkah kaki yang ritmis, koordinasi tubuh, serta iringan musik Melayu membuat aktivitas ini dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia, termasuk lansia.
Nama Zapin sendiri umumnya merujuk pada seni tari tradisional Melayu yang mendapat pengaruh budaya Arab. Dalam senam, unsur tersebut diadaptasi melalui pola langkah yang berulang dan terkontrol sehingga dapat membantu melatih otot tungkai, koordinasi, serta keseimbangan tubuh.
Gerakan berpindah arah, mengatur pijakan, dan mempertahankan posisi tubuh juga memberikan stimulus terhadap kemampuan keseimbangan dan koordinasi. Namun, jika tujuan utamanya meningkatkan kekuatan otot, terutama bagi lansia, Senam Zapin sebaiknya dilengkapi latihan kekuatan sederhana seperti sit-to-stand, latihan tungkai, atau penggunaan beban ringan.
WHO merekomendasikan latihan penguatan otot secara rutin selain aktivitas aerobik. Untuk satu sesi Senam Zapin, durasi sekitar 30–60 menit dinilai cukup realistis dengan intensitas yang disesuaikan kemampuan peserta.
Senam Zapin juga dapat menjadi bagian dari aktivitas untuk menjaga berat badan. Namun, hasilnya tetap dipengaruhi oleh intensitas olahraga, pola makan, serta keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi.
Bagi lansia, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mempertahankan kebugaran, kekuatan, mobilitas, serta keseimbangan. Gerakan Senam Zapin juga dapat dimodifikasi sesuai kemampuan masing-masing peserta sehingga tidak harus dilakukan dengan intensitas yang sama.
Senam selama 30 menit sebanyak lima kali dalam sepekan setara dengan 150 menit aktivitas fisik per minggu. Durasi tersebut dapat menjadi fondasi yang baik, tetapi sebaiknya dilengkapi latihan kekuatan dan keseimbangan setidaknya dua kali dalam sepekan.
Senam Zapin Jadi Aktivitas Warga Batam
Senam Zapin menjadi salah satu kegiatan dalam acara sosial yang digelar Holywings Peduli di Tembak Langit Batam. Kegiatan tersebut memadukan olahraga, pelestarian budaya, hiburan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih dari 150 peserta dari Kelurahan Tanjung Uma dan Kelurahan Sungai Jodoh, Kota Batam, Kepulauan Riau, mengikuti kegiatan tersebut.
Berbeda dengan senam aerobik pada umumnya, Senam Zapin mengadaptasi gerakan tari tradisional Melayu dengan unsur olahraga modern. Gerakannya mengandalkan langkah kaki ritmis, koordinasi tangan, keseimbangan tubuh, serta iringan musik Melayu.
Salah seorang peserta, Ida (47), warga Kelurahan Tanjung Uma, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya baru pertama kali ikut Senam Zapin dan ternyata sangat menyenangkan. Gerakannya mudah diikuti, musiknya membuat semangat, dan suasananya penuh keakraban. Selain sehat, kami juga bisa berkumpul dengan tetangga, ikut lomba, bahkan berkesempatan mendapatkan hadiah. Semoga acara seperti ini sering diadakan lagi,” tuturnya.
Selain senam, kegiatan tersebut dimeriahkan Lomba Pantun bertema persaudaraan dan budaya Melayu serta Lomba Gelinding Bola ke Gelas Target dengan hadiah menarik.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan. Aktivitas fisik yang menyenangkan seperti Senam Zapin mampu mengajak masyarakat hidup lebih aktif sekaligus melestarikan budaya lokal. Karena itu kami juga menghadirkan berbagai permainan, hadiah, dan bantuan fasilitas lingkungan agar manfaat kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas. Semoga kolaborasi seperti ini terus mempererat hubungan antara Holywings Peduli dengan masyarakat Batam,” ujar Andrew Susanto.
Sumber : Bisnis







Comments