STARJOGJA.COM, Info – Rumah produksi Playvul NYRA menyiapkan ekspansi ke format film panjang dan serial setelah tiga film pendek produksinya berhasil menembus berbagai festival internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Playvul NYRA memperluas ruang eksplorasi cerita sekaligus membuka peluang bagi karya-karya Indonesia untuk menjangkau penonton global.
Co-Director Playvul NYRA Nadina Habsjah mengatakan perkembangan film Indonesia di festival internasional menunjukkan peluang yang semakin besar bagi sineas Tanah Air. Berdasarkan riset Cinema Poetica, jumlah film Indonesia yang tampil di festival internasional meningkat dari 73 judul pada 2023 menjadi 126 judul pada 2025.
Film fiksi pendek menyumbang 23 dari total 48 penghargaan internasional yang diraih film Indonesia dalam periode tersebut. Salah satunya adalah “Ambang Batas” produksi Playvul NYRA yang berhasil menembus festival berkualifikasi Piala Oscar.
“Melihat semakin banyaknya film pendek Indonesia yang mendapat tempat di festival internasional, kami percaya ada ruang yang semakin besar bagi cerita-cerita yang berani dan relevan untuk didengar di tingkat global,” ujar Habsjah dalam siaran pers, Jumat (14/8/2026).
Ke depan, Playvul NYRA berkomitmen membuka ruang kolaborasi dan eksplorasi yang lebih luas bagi komunitas film Indonesia. Proses riset serta diskusi mendalam bersama tim akan menjadi bagian penting dalam mengembangkan cerita yang dinilai jujur dan dekat dengan realitas.
“Setiap karya yang kami buat selalu berangkat dari keresahan yang nyata, lalu diterjemahkan menjadi cerita yang mengajak penonton memahami kompleksitas manusia, alih-alih memberikan jawaban yang hitam-putih. Harapan kami sederhana, semoga film-film ini bisa menjadi awal dari percakapan yang selama ini sulit dimulai,” kata Co-Director Playvul NYRA Yusgunawan Marto.
Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan perilisan film pendek “Ambang Batas” secara gratis melalui kanal YouTube Playvul NYRA. Film bergenre thriller psikologis tersebut sebelumnya telah menyelesaikan rangkaian pemutaran di berbagai festival internasional.
“Ambang Batas” antara lain diputar di Tampere Film Festival, Finlandia, serta Balinale, Indonesia, yang merupakan festival berkualifikasi Piala Oscar. Film tersebut juga tampil dalam Final Girls Berlin Film Festival, London International Fantastic Film Festival, Anatolia International Film Festival, dan Cyprus International Film Festival.
“Setelah menempuh rangkaian festival internasional, film ‘Ambang Batas’ kini resmi hadir di kanal YouTube Playvul NYRA, sehingga karya yang sebelumnya hanya dapat disaksikan di festival kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas secara gratis,” ujar Produser Playvul NYRA Muhammad Omar Azis.
Dalam pengembangan karya, Playvul NYRA juga mengeksplorasi sejumlah isu sosial yang sensitif. Tema seperti toxic masculinity, dinamika kultus di era modern, hingga kekerasan seksual terhadap perempuan menjadi bagian dari isu yang diangkat dalam cerita-cerita produksinya.
Penulis Skenario Playvul NYRA Amanda Simandjuntak mengatakan proses riset dilakukan untuk memastikan isu yang diangkat dapat disampaikan secara dekat dengan pengalaman masyarakat.
“Saya ingin penonton merasa dipahami, bukan dihakimi, sehingga proses riset dan diskusi panjang bersama tim menjadi fondasi penting agar cerita ini terasa jujur dan dekat dengan realitas banyak orang,” katanya.
Selain “Ambang Batas”, kiprah Playvul NYRA di festival internasional juga diperkuat film “More Pain, More Gain” yang meraih penghargaan Winner Short Film Competition di Stockholm International Fantastic Film Festival, Swedia.
Sementara itu, film “Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa” berhasil memenangkan kategori The Live-action Asia International Competition dalam ajang Short Shorts Film Festival & Asia 2026 di Tokyo, Jepang.
Capaian tersebut menjadi pijakan Playvul NYRA untuk melanjutkan pengembangan karya ke format yang lebih panjang. Dengan pengalaman dari produksi film pendek dan perjalanan festival internasional, rumah produksi tersebut kini bersiap membawa cerita-cerita dengan isu sosial dan perspektif beragam ke layar film panjang maupun serial.
Sumber : Antara







Comments