STARJOGJA.COM,INFO. Masyarakat diimbau untuk waspada pada ancaman kanker ginjal. Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal
dr.Fristly Nasri dokter umum RS siloam kelapa dua, Tangerang menjelaskan bahwa kanker ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut.
“Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, serta penyakit ginjal kronis. Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal,” jelasnya,
Menurut berbagai data kesehatan global, kanker ginjal termasuk salah satu jenis kanker yang terus mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya.
Di Indonesia, kanker ginjal memang tidak termasuk kanker dengan angka kejadian tertinggi, namun tren kasusnya terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup, meningkatnya prevalensi obesitas, hipertensi, dan penyakit metabolik lainnya.
Dia menjelaskan ginjal adalah organ yang berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah, lalu membuangnya melalui urine, mengatur keseimbangan cairan tubuh, mengatur kadar elektrolit (natrium, kalium, kalsium, dan lain-lain), membantu mengontrol tekanan darah melalui sistem hormon, memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang pembentukan sel darah merah, dan mengaktifkan vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang.
Dia mengatakan karena fungsi-fungsi tersebut, kerusakan berat pada ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh, gangguan tekanan darah, anemia, gangguan tulang, hingga gagal ginjal yang mengancam jiwa.
Sayangnya, belum ada program skrining rutin khusus kanker ginjal untuk seluruh populasi seperti mamografi pada kanker payudara atau kolonoskopi pada kanker usus.
Namun, deteksi dini bisa dilakukan melalui medical checkup rutin, yang biasanya meliputi pemeriksaan urine, pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan pengukuran tekanan darah. Untuk mendeteksi tumor atau kanker ginjal secara lebih dini, pemeriksaan yang lebih sensitif adalah USG ginjal dan saluran kemih CT scan abdomen. MRI (pada kondisi tertentu).
Adapun, kelompok yang sebaiknya lebih waspada dan dapat mempertimbangkan pemeriksaan pencitraan secara berkala atas anjuran dokter antara lain perokok berat, penderita obesitas, penderita hipertensi kronis, Pasien penyakit ginjal kronik, orang dengan riwayat keluarga kanker ginjal dan penderita kelainan genetik tertentu.
“Faktanya, cukup banyak kasus kanker ginjal stadium awal ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani USG atau CT scan untuk keluhan lain,” ujarnya.
Menurutnya ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko kanker ginjal seperti merokok, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dialisis jangka panjang, riwayat keluarga kanker ginjal.
Faktor genetik tertentu, misalnya sindrom Von Hippel-Lindau syndrome, dan paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja. Gejala Pada stadium awal sering kali tidak ada gejala sama sekali.
Gejala yang lebih khas meliputi:
– Darah dalam urine (hematuria).
– Nyeri pinggang atau nyeri di salah satu sisi punggung bawah yang menetap.
– Benjolan di daerah pinggang atau perut.
– Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
– Demam berulang tanpa infeksi yang jelas.
– Kelelahan berkepanjangan. – Anemia.
.







Comments