STARJOGJA.COM, Info — Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto mengingatkan bahwa perilaku posesif atau kontrol berlebihan dalam hubungan asmara dari pasangan perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda hubungan yang tidak sehat hingga mengarah pada kekerasan.
“Dalam psikologi hubungan, perilaku tersebut dapat menjadi tanda bahaya yang mengarah pada hubungan yang tidak sehat atau bahkan kekerasan dalam hubungan,” kata Kasandra saat dihubungi Antara dari Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Kasandra menjelaskan bahwa hubungan yang sehat dibangun atas dasar rasa hormat, kepercayaan, dan penghargaan terhadap batasan pribadi masing-masing individu. Ketika salah satu pihak mulai mendominasi dan mengurangi kebebasan pasangannya, hubungan tersebut berpotensi menjadi tidak sehat.
Menurutnya, dalam konsep kontrol koersif, individu yang berperilaku posesif dapat secara bertahap membatasi kebebasan pasangan melalui pengawasan berlebihan, isolasi sosial, intimidasi, hingga mengatur aktivitas sehari-hari.
Pada tahap awal, perilaku posesif sering kali terlihat seperti bentuk perhatian. Misalnya, selalu ingin mengetahui keberadaan pasangan, meminta laporan setiap aktivitas, atau menunjukkan rasa khawatir yang berlebihan.
“Pada tahap awal, perilaku ini sering tampak sebagai perhatian, misalnya selalu ingin mengetahui keberadaan pasangan, meminta laporan setiap aktivitas, atau menunjukkan pengungkapan berlebihan dengan alasan khawatir,” ujarnya.
Kasandra menekankan pentingnya memahami perilaku posesif karena kerap disalahartikan sebagai bentuk kasih sayang. Padahal, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi bentuk kekerasan psikologis.
Ia menjelaskan bahwa individu yang posesif tidak selalu melakukan kekerasan fisik, tetapi juga dapat melakukan manipulasi, ancaman terselubung, dan pengendalian terhadap aktivitas pasangan.
Menurut Kasandra, proses pengendalian tersebut biasanya berlangsung secara bertahap sehingga korban sering kali tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam hubungan yang mengandung unsur kekerasan.
“Karena terjadi secara bertahap, korban kerap tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam hubungan yang mengandung unsur kekerasan,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terungkapnya kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bandung. Seorang perempuan berusia 29 tahun ditemukan dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah diduga disekap dan dianiaya oleh kekasihnya selama sekitar tiga tahun.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya sejak 2023. Polisi kini tengah menangani kasus tersebut untuk mengusut dugaan tindak kekerasan yang dialami korban.
Sumber : Antara
Baca juga : Ini Zodiak yang dikenal Red Flag!







Comments