HealthLifestyle

Hipertensi di Usia Muda Meningkat, Gaya Hidup Jadi Faktor Utama

0
hipertensi remaja hipertensi di usia muda
Ilustrasi Cek Kesehatan
STARJOGJA.COM, Info –  Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM mengingatkan bahwa hipertensi kini semakin banyak ditemukan pada usia muda. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari obesitas hingga pola hidup yang kurang sehat.
Dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Senin (22/6/2026), dr. Anindia menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, hingga kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko hipertensi pada kelompok usia produktif.
Selain itu, konsumsi minuman berenergi secara berlebihan juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko tekanan darah tinggi. Minuman tersebut umumnya mengandung kafein dan gula dalam jumlah tinggi yang dapat memicu peningkatan denyut jantung dan beban kerja jantung.
“Lama-kelamaan bila kita mengonsumsi energy drink secara terus-terusan, maka akan terjadi peningkatan tekanan darah, kekakuan pembuluh darah, sehingga efek jangka panjang bisa menimbulkan hipertensi,” kata dr. Anindia.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18–24 tahun mencapai sekitar 10 persen. Sementara pada kelompok usia 25 hingga 30-an tahun, angkanya meningkat menjadi sekitar 17 persen.
Menurut dr. Anindia, kondisi ini menunjukkan bahwa hipertensi tidak lagi identik dengan usia lanjut. Jika sebelumnya tekanan darah tinggi lebih sering ditemukan pada usia 50 tahun ke atas, kini kasus hipertensi semakin banyak ditemukan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.
Untuk mencegah hipertensi di usia muda, ia menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan vape.
Bagi mereka yang tekanan darahnya tetap tinggi meski sudah menerapkan gaya hidup sehat, dr. Anindia menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai, termasuk penggunaan obat antihipertensi bila diperlukan.
Menurutnya, jika hipertensi disebabkan oleh faktor gaya hidup dan berhasil dikendalikan melalui perubahan kebiasaan yang lebih sehat, penggunaan obat dapat dievaluasi secara bertahap di bawah pengawasan dokter.
Sumber : Antara
Bayu

Yenny Wahid Apresiasi Dukungan Presiden untuk Pelatnas Jangka Panjang Atlet

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health