STARJOGJA.COM, Info – Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi lulusan FKUI, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro mengingatkan orang tua untuk mewaspadai gejala infeksi saluran kemih (ISK) pada anak, terutama jika anak mengalami demam tinggi tanpa disertai gejala penyakit lain yang jelas.
Dalam diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, Jumat (20/6/2026), Henny menjelaskan bahwa pada bayi berusia di bawah 24 bulan, tanda paling umum dari infeksi saluran kemih adalah demam tanpa penyebab yang jelas.
“Pada bayi di bawah 24 bulan, gejala yang paling sering muncul adalah demam tanpa sumber yang jelas,” ujar Henny.
Menurutnya, banyak orang tua mengaitkan demam pada anak dengan infeksi saluran pernapasan atau gangguan pencernaan. Padahal, infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan demam tinggi hingga mencapai 38,5 derajat Celsius bahkan 40 derajat Celsius tanpa disertai batuk, pilek, muntah, atau diare.
Selain demam, gejala infeksi saluran kemih pada bayi dan balita juga dapat ditandai dengan gangguan pertumbuhan, seperti berat badan yang tidak naik sesuai usia. Pada bayi baru lahir atau neonatus, gejalanya sering kali lebih sulit dikenali dan dapat berupa kuning berkepanjangan atau infeksi berat tanpa penyebab yang jelas.
Sementara itu, pada anak berusia di atas dua tahun, tanda-tanda ISK biasanya lebih mudah dikenali karena anak sudah mampu menyampaikan keluhannya. Gejala yang sering muncul antara lain nyeri perut, rasa sakit saat buang air kecil, anyang-anyangan, serta peningkatan frekuensi buang air kecil secara tiba-tiba.
Henny juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kondisi urine anak. Urine yang tampak keruh atau memiliki bau lebih menyengat dari biasanya dapat menjadi indikasi adanya infeksi saluran kemih.
Jika infeksi berkembang menjadi lebih serius, anak dapat mengalami demam tinggi yang disertai nyeri punggung bawah, muntah, hingga diare. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Menurut Henny, infeksi saluran kemih merupakan salah satu gangguan yang cukup sering ditemukan pada kasus penyakit ginjal anak. Karena itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal di kemudian hari.
Sumber : Antara






Comments