Flash InfoLifestyleNews

Film Monster Pabrik Rambut ajak sikapi sistem kerja kapitalisme

0

STARJOGJA.COM,INFO. Film Monster Pabrik Rambut ajak publik sikapi sistem kerja kapitalisme.  Sosok monster dalam film “Monster Pabrik Rambut” ini hadir menjadi simbol dari kapitalis yang jahat.

Sutradara Edwin mengatakan film barunya berjudul “Monster Pabrik Rambut” mengajak publik menyikapi para penganut kapitalisme.

“Saya rasa perlu gitu kita sekali-kali menginvestigasi, mempertanyakan kembali mengenai apakah suku cadangnya perlu diganti, apakah oli-olinya perlu diganti lagi, dibersihkan, bahkan kalau perlu direvolusi atau dibentuk ulang lagi,” ujar Edwin saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin.

Edwin membenarkan bahwa sosok monster dalam film “Monster Pabrik Rambut” adalah simbol dari kapitalis yang jahat.

“(Monster) itu bagian dari yang menurut saya adalah satu bentuk yang perlu kita kritisi di sini, semuanya yang andil, mengeksploitasi ataupun dieksploitasi, mereka mengamini itu ya, menormalisasi,” kata Edwin.

Edwin mengatakan kondisi kerja saat ini tidak manusiawi karena kejahatan para “monster” dalam kapitalis itu.

Ia mencontohkan dengan pekerja yang dibiasakan lembur atau masih harus membalas pesan dari atasan setelah jam kerja berakhir.

Kebiasaan yang tidak manusiawi tersebut terjadi karena bentuk monster yang harus dikritisi itu sama-sama muncul.

Meskipun film ini bertujuan mengkritik sistem kapitalis, namun Edwin berusaha tetap mengemasnya sebagai tontonan yang menghibur bagi penonton.

Untuk urusan teknis, produksi film itu dibuat realistis dengan pendekatan seakurat mungkin agar aktor benar-benar bisa merasakan tekanan murni yang dirasakan para karakter di dalam film.

Edwin dan tim sepakat meminimalisasi penggunaan Computer-Generated Imagery (CGI) yang kompleks.

​”Karena buat kami film itu sensory, memang bisa dipegang, bisa dilihat, bisa didengar, bahkan ada baunya,” ungkap Edwin menjelaskan kenapa ia lebih memilih metode syuting dengan efek praktikal.

Sutradara Edwin mengungkapkan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen elemen visual itu dibuat fisik sesuai dengan kebutuhan adegan.

Penggunaan properti seperti miniatur, darah buatan, sampai detail rambut monster itu membuat respons emosional para aktor menjadi lebih jujur saat berakting.

Hal itu diakui oleh produser eksekutif Iqbaal Ramadhan, yang juga terlibat sebagai pemeran karakter bernama Bona dalam film “Monster Pabrik Rambut”.

Iqbaal menjelaskan bahwa efek praktikal menuntut dedikasi tinggi dari para aktor. Mereka diharuskan untuk benar-benar hadir dan merespons situasi nyata di depan mata, alih-alih berakting di depan layar hijau (green screen).

Proses itu dinilai cukup menantang karena jika adegan harus diulang, kru dan aktor membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan reset agar semua detail fisik kembali pada posisinya.

Sumber : Antara

Waspadai Burnout, Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri!

Previous article

Balinale 2026 Jadi Jalan Sineas Indonesia Menuju Oscar, 26 Film Lokal Lolos Kurasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info