Lifestyle

Gen Z Mulai Tinggalkan Kebiasaan Posting atau Zero Post di Media Sosial

0
TikTok melalui Museum Insights Report 2026 mengungkap lebih dari sepertiga pengguna di Indonesia tertarik pada museum dan 51 persen menyukai konten sejarah di platform digital. zero post ide bisnis pembatasan media sosial akses pengguna TikTok
Signage is displayed at the TikTok Creator's Lab 2019 event hosted by Bytedance Ltd. in Tokyo, Japan, on Saturday, Feb. 16, 2019. TikTok is a subsidiary of a Beijing startup Bytedance that's built a collection of valuable apps in China powered by vast troves of data and sophisticated artificial intelligence. Photographer: Shiho Fukada/Bloomberg

STARJOGJA.COM, Info – Tren “zero post” mulai ramai di kalangan generasi Z yang memilih mengurangi aktivitas membagikan kehidupan pribadi di media sosial. Banyak pengguna kini lebih nyaman menjadi penonton dibanding rutin mengunggah foto, cerita, atau aktivitas sehari-hari di internet.

Fenomena ini muncul seiring meningkatnya rasa lelah terhadap tekanan media sosial yang menuntut pengguna selalu terlihat aktif, produktif, menarik, hingga sempurna. Akibatnya, sebagian anak muda mulai membatasi eksposur diri demi menjaga privasi dan kesehatan mental.

Laporan Financial Times menunjukkan penggunaan media sosial global turun sekitar 10 persen, dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok usia muda. Istilah “zero post” sendiri diperkenalkan penulis Kyle Chayka untuk menggambarkan perubahan perilaku pengguna yang mulai berhenti membagikan kehidupan pribadi secara terbuka di media sosial.

“Kita mungkin sedang menuju Posting Zero, ketika orang biasa mulai berhenti membagikan hidup mereka di media sosial karena lelah dengan kebisingan dan tekanan di internet,” tulis Kyle Chayka.

Psikolog klinis sekaligus pendiri Sentier Wellness Mumbai, dr. Rimpa Sarkar, mengatakan banyak orang merasa lelah secara mental karena terus membangun citra diri di internet. Sementara psikoterapis Yuvika Dutta menilai sebagian pengguna kini memilih mengekspresikan diri secara lebih pasif, termasuk lewat unggahan kosong atau tanpa keterangan.

Meski begitu, para ahli menilai tren zero post dapat menjadi langkah positif jika dilakukan untuk mengurangi tekanan digital dan menjaga keseimbangan kesehatan mental, bukan sebagai bentuk menarik diri dari kehidupan sosial.

Sumber : Bisnis

Baca juga :

Bayu

Sri Sultan Ajak Generasi Muda Pegang Filosofi Gemi, Nastiti, Ngati-ati di Era Finansial Digital

Previous article

Empat Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan di Ajang European Model United Nations 2026

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle