STARJOGJA.COM, Info – Tren “zero post” mulai ramai di kalangan generasi Z yang memilih mengurangi aktivitas membagikan kehidupan pribadi di media sosial. Banyak pengguna kini lebih nyaman menjadi penonton dibanding rutin mengunggah foto, cerita, atau aktivitas sehari-hari di internet.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya rasa lelah terhadap tekanan media sosial yang menuntut pengguna selalu terlihat aktif, produktif, menarik, hingga sempurna. Akibatnya, sebagian anak muda mulai membatasi eksposur diri demi menjaga privasi dan kesehatan mental.
Laporan Financial Times menunjukkan penggunaan media sosial global turun sekitar 10 persen, dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok usia muda. Istilah “zero post” sendiri diperkenalkan penulis Kyle Chayka untuk menggambarkan perubahan perilaku pengguna yang mulai berhenti membagikan kehidupan pribadi secara terbuka di media sosial.
“Kita mungkin sedang menuju Posting Zero, ketika orang biasa mulai berhenti membagikan hidup mereka di media sosial karena lelah dengan kebisingan dan tekanan di internet,” tulis Kyle Chayka.
Psikolog klinis sekaligus pendiri Sentier Wellness Mumbai, dr. Rimpa Sarkar, mengatakan banyak orang merasa lelah secara mental karena terus membangun citra diri di internet. Sementara psikoterapis Yuvika Dutta menilai sebagian pengguna kini memilih mengekspresikan diri secara lebih pasif, termasuk lewat unggahan kosong atau tanpa keterangan.
Meski begitu, para ahli menilai tren zero post dapat menjadi langkah positif jika dilakukan untuk mengurangi tekanan digital dan menjaga keseimbangan kesehatan mental, bukan sebagai bentuk menarik diri dari kehidupan sosial.
Sumber : Bisnis
Baca juga :







Comments