HealthLifestyle

Epidemiolog Soroti Ancaman Wabah Ebola di Kongo dan Uganda

0
wabah Ebola Kongo dan Uganda
wabah Ebola Kongo tewaskan ribuan orang (Reuters)

STARJOGJA.COM, Info – World Health Organization menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat global setelah sedikitnya 80 kematian dilaporkan berkaitan dengan penyakit tersebut. Kondisi wabah di kedua negara dinilai semakin mengkhawatirkan karena berpotensi memicu penyebaran lebih luas.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan outbreak Ebola saat ini terjadi di wilayah yang memiliki kondisi “perfect storm epidemiology”, yakni situasi yang sangat mendukung lonjakan penyebaran penyakit.

Menurut Dicky, sejumlah wilayah seperti Ituri, Bunia, Mongwalu di Kongo hingga Uganda memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat konflik bersenjata, mobilitas penduduk yang tinggi, aktivitas pertambangan, serta lemahnya sistem kesehatan masyarakat.

“Hal-hal tersebut meningkatkan kemungkinan virus menyebar lebih luas,” katanya, Senin (18/5/2026).

Selain faktor sosial dan geografis, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan juga menjadi tantangan dalam pengendalian wabah. Dicky menilai paparan hoaks, teori konspirasi, hingga rendahnya literasi kesehatan memperumit proses penanganan di lapangan.

Ia menjelaskan wabah Ebola sebelumnya relatif lebih mudah dikendalikan karena banyak terjadi di wilayah pedesaan atau daerah terisolasi. Namun, situasi saat ini dinilai berbeda karena kasus mulai menjangkau kawasan perkotaan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Risiko global meningkat karena adanya urban spillover. Kasus telah mencapai Kampala, bahkan sudah ada laporan kasus di Kinshasa. Ini berbeda dengan banyak outbreak Ebola sebelumnya yang lebih banyak terjadi di wilayah perdesaan,” imbuhnya.

Dicky juga menyoroti belum adanya vaksin yang terbukti efektif untuk sub-varian Ebola Bundibugyo. Kondisi tersebut dinilai menambah kerentanan masyarakat terdampak sekaligus meningkatkan ketidakpastian dalam upaya pengendalian wabah.

Hingga saat ini, jumlah kasus yang dilaporkan mencapai sedikitnya 246 kasus suspek dengan sekitar 80 kematian. Meski demikian, Dicky menilai angka tersebut kemungkinan masih lebih rendah dibanding kondisi sebenarnya di lapangan akibat keterbatasan akses laboratorium, stigma masyarakat, hingga banyaknya kematian yang tidak tercatat secara resmi.

Sumber : Bisnis

Baca juga: WHO Bunyikan Alarm Wabah Ebola Kongo

Bayu

Seniman Ghost in the Cell Dorong Karya Instalasi Lebih Banyak Hadir di Film Indonesia

Previous article

Ghost in the Cell Tayang di Thailand dengan Dubbing Bahasa Thailand

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health