HealthLifestyle

Kurang Minum dan Air Tidak Aman Tingkatkan Risiko Stunting pada Anak

0
minum air putih air minum tidak aman
ilustrasi minum air putih menggunakan ai canva.

STARJOGJA.COM, Info – Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari meski merasa sudah cukup minum. Kondisi tersebut diperparah dengan masih tingginya konsumsi air minum yang tidak aman dan berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak.

“Kebutuhan cairan berbeda-beda, tetapi secara umum anak membutuhkan sekitar 1,2 hingga 1,5 liter per hari, sedangkan orang dewasa sekitar 1,8 hingga 2 liter per hari. Dan yang terpenting, jangan menunggu haus untuk minum,” kata Praktisi Kesehatan RS Mitra Keluarga Bintaro, Adelina Haryono.

Dia menjelaskan air memiliki fungsi penting bagi tubuh manusia karena menyusun sekitar 50 hingga 60 persen komposisi tubuh. Air dibutuhkan dalam berbagai proses tubuh mulai dari pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan cairan.

Hasil temuan yang dipaparkan menunjukkan sekitar satu dari lima anak dan remaja serta satu dari empat orang dewasa masih mengalami kekurangan cairan. Situasi ini dinilai menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidrasi yang cukup.

“Masih banyak sumber air yang berisiko tercemar, dan hanya sebagian kecil yang memiliki akses air minum aman,” ujarnya.

Dipl in Nutrition, MKK, Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation Aqua, Tria Rosemiarti mengatakan kualitas air minum rumah tangga di Indonesia juga masih menjadi persoalan serius. Berdasarkan Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga, sekitar tujuh dari 10 rumah tangga masih mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli.

Dia menuturkan proses perebusan air hanya mampu membunuh sebagian besar bakteri, tetapi belum tentu menghilangkan logam berat maupun zat berbahaya lain yang terkandung dalam air. Karena itu, kualitas sumber air tetap perlu diperhatikan.

Paparan air minum yang tidak aman dalam jangka panjang disebut berisiko mengganggu penyerapan nutrisi pada anak. Dampaknya tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kemampuan kognitif.

Berdasarkan publikasi internasional yang dipaparkan, anak yang terpapar air minum tidak aman dengan kontaminasi mikrobiologis memiliki risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang mengonsumsi air aman. Temuan tersebut berasal dari penelitian di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di 13 provinsi dan Deli Serdang, Sumatera Utara.

Selain meningkatkan risiko stunting, konsumsi air yang tidak aman juga dinilai dapat memengaruhi daya ingat, kemampuan bahasa, hingga performa akademik anak dalam jangka panjang.

Sumber: Antara

Baca juga : Minum Air Cukup Kunci Jaga Ginjal dan Cegah Asam Urat

Bayu

Pemerintah Beijing Larang Drone Dijual dan Terbang Tanpa Izin per 1 Mei

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health