STARJOGJA.COM, Info – Dokter spesialis mata mengingatkan bahwa katarak tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga bisa terjadi pada usia muda dalam kondisi tertentu. Kondisi ini dikenal sebagai katarak juvenil yang meski lebih jarang, tetap perlu diwaspadai.
“Ada katarak juvenil, namun tidak sebanyak (katarak pada) usia tua atau katarak senilis,” kata dr. Florence Meilani Manurung, Sp.M (K) Senin (27/4/2026).
Katarak pada usia produktif umumnya dipicu oleh berbagai faktor kesehatan maupun kondisi fisik tertentu. Trauma pada mata hingga penyakit metabolik menjadi pemicu utama munculnya gangguan ini.
“Menurut dia, katarak pada usia produktif umumnya dipicu oleh faktor seperti trauma pada mata, masalah metabolisme seperti diabetes dan hipertensi, serta kondisi rabun jauh berat atau miopia tinggi.”
Cedera pada mata menjadi salah satu penyebab yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Benturan hingga luka akibat benda tajam dapat meningkatkan risiko terbentuknya katarak.
“Dokter Florence menyampaikan bahwa trauma pada mata dapat berupa benturan atau pukulan langsung pada mata atau cedera akibat benda tajam yang mengenai area mata.”
Selain faktor fisik, kondisi kesehatan seperti diabetes dan hipertensi juga berkontribusi terhadap risiko katarak. Penggunaan obat tertentu serta faktor genetik dan lingkungan turut memengaruhi kondisi ini.
“Ia menambahkan, kondisi kesehatan seperti diabetes dan hipertensi dapat meningkatkan risiko katarak pada usia muda.”
Gejala awal katarak sering kali tidak disadari karena muncul secara perlahan. Penurunan kualitas penglihatan menjadi tanda utama yang perlu diperhatikan.
“Menurut dr. Florence, gejala awal katarak bisa berupa penurunan kualitas penglihatan seperti pandangan yang terasa berkabut, berasap, atau buram meskipun sudah menggunakan kacamata.”
Kondisi tersebut kerap terabaikan terutama pada usia produktif yang masih aktif beraktivitas sehari-hari. Padahal, deteksi dini penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius.
“Kondisi ini sering tidak disadari sejak awal, terutama pada usia produktif yang masih aktif beraktivitas,” katanya.
Secara umum, katarak merupakan bagian dari proses penuaan alami yang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, risiko terjadinya katarak tetap bisa ditekan dengan pola hidup sehat.
“Ia mengemukakan bahwa katarak pada dasarnya merupakan bagian dari proses penuaan alami seperti halnya rambut yang memutih dan kulit yang menjadi keriput.”
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi mata saat beraktivitas dan menjaga kesehatan tubuh. Langkah ini penting untuk mengurangi faktor risiko yang memicu katarak.
“Upaya untuk menekan risiko katarak dapat dilakukan dengan memakai kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari cedera mata, serta menerapkan pola hidup sehat.”
Secara definisi, katarak adalah kondisi kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di dunia.
“Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/67/2026 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Katarak pada Dewasa, katarak adalah kondisi kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan secara progresif.”
Di Indonesia, jumlah kasus kebutaan akibat katarak masih cukup tinggi setiap tahunnya. Pemerintah terus mendorong layanan kesehatan mata untuk menekan angka tersebut.
“Kementerian Kesehatan RI mencatat 600 ribu sampai 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025.”
Berbagai program telah disiapkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat. Salah satunya melalui skrining dan operasi katarak yang masuk dalam program nasional.
“Guna menangani masalah kesehatan mata tersebut, pemerintah menyediakan layanan skrining mata dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 dan memastikan layanan operasi katarak masuk dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).”
Pemerintah juga menargetkan peningkatan layanan operasi bagi penderita katarak dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menjadi bagian dari upaya menekan angka gangguan penglihatan di Indonesia.
“Pemerintah dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 menargetkan minimal 60 persen penderita katarak bisa mendapat layanan operasi.”
Sepanjang 2025, capaian layanan operasi katarak menunjukkan hasil yang cukup tinggi. Program ini diharapkan terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Selama tahun 2025, layanan operasi katarak telah menjangkau 634.642 orang atau sekitar 92 persen dari target pemerintah.”
Sumber : Antara
Baca juga :







Comments