STARJOGJA.COM, Info – Lari maraton kini semakin populer sebagai gaya hidup sehat sekaligus ajang menantang diri. Namun, di balik tren tersebut, terdapat risiko kesehatan jika persiapan tidak dilakukan secara matang.
Dokter Spesialis Olahraga menyebut lari memang mudah dilakukan, tetapi maraton membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang tidak instan. Selain latihan, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting yang sering diabaikan pelari.
“Ada dua pendekatan terkait pemeriksaan medis sebelum maraton. Pertama untuk pelari muda tanpa risiko dan pelari di atas usia 35 tahun,” katanya kepada Bisnis Jumat (24/4/2026).
Untuk pelari muda tanpa keluhan, pemeriksaan biasanya dimulai dengan anamnesis atau wawancara medis. Dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan, termasuk gejala seperti nyeri dada atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan baik. Jika hasilnya normal, pelari umumnya dinilai aman mengikuti lomba sesuai kemampuan latihan.
Sementara itu, pelari berusia di atas 35 tahun atau memiliki faktor risiko memerlukan pemeriksaan lebih lengkap. Risiko tersebut meliputi hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga riwayat penyakit jantung.
Selain pemeriksaan dasar, kelompok ini juga disarankan menjalani EKG untuk memantau aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan fungsi ginjal juga diperlukan.
“Guideline ESC 2020 tentang sports cardiology serta beberapa konsensus Asia Pasifik menekankan bahwa tujuan utama pre-participation examination (PPE) adalah untuk mendeteksi dini penyakit jantung yang berisiko memicu henti jantung saat berolahraga, terutama penyakit arteri koroner pada usia di atas 35 tahun serta kelainan jantung bawaan atau aritmia pada usia yang lebih muda,” imbuhnya.
Meski demikian, pemeriksaan kesehatan tidak sepenuhnya menghilangkan risiko saat berlari. Proses ini bertujuan untuk menurunkan kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan.
Dokter juga menyoroti masih banyak pelari yang mengabaikan persiapan menyeluruh sebelum mengikuti maraton. Padahal, risiko seperti kolaps hingga kematian bisa diminimalkan dengan persiapan yang tepat.
Selain latihan fisik, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tubuh. Dengan persiapan yang baik, pelari dapat mengikuti maraton dengan lebih aman dan optimal.
Sumber : Bisnis
Baca juga : Virus Nipah Merebak, Bandara di Asia Mulai Menerapkan Cek Kesehatan Ala Covid-19







Comments